BI Prediksi Ekonomi RI Tahun Ini Tak Sampai 5,4%?

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
11 June 2019 19:39
BI Prediksi Ekonomi RI Tahun Ini Tak Sampai 5,4%?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memprediksiĀ pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih rendah dari titik tengah kisaran 5-5,4%. Hal ini diungkapkan Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Prediksi ini berkaca dari pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2019 yang ternyata lebih rendah dari perkiraan sebesar 5,07%. Faktor penyebab penurunan ini diantaranya karena menurunnya kinerja ekspor dan investasi swasta yang belum meningkat secara cepat.

"Dukungan permintaan domestik masih kami perkirakan masih terus akan berlangsung baik, dari konsumsi dalam beberapa bulan ke depan dan investasi swasta diharapkan mulai meningkat baik yang bangunan maupun non bangunan," ujar Perry Warjiyo.


Perry menambahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 akan ditopang permintaan domestik yang meningkat dan kinerja sektor eksternal yang mulai membaik.


"Konsumsi diperkirakan tumbuh tetap tinggi dan investasi di perkirakan akan tumbuh meningkat," ujar Perry Warjiyo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/5/2019).

BI juga memperkirakan prospek ekspor tahun depan lebih baik sejalan dengan proyeksi ekonomi global yang mulai meningkat bersama dengan perbaikan harga komoditas dunia.

"Prospek ekonomi domestik yang membaik juga ditopang oleh perbaikan efisiensi dan produktivitas perekonomian yang sejalan dengan dampak positif dari berbagai kebijakan reformasi struktural yang ditempuh pemerintah, baik di infrastruktur, perbaikan iklim investasi maupun di sektor-sektor yang lain," tambah Perry Warjiyo.

Perry Warjiyo menambahkan meski dari sisi eksternal kinerja sektor ekonomi Indonesia terkena dampak dari ekonomi global, bauran kebijakan yang secara konsisten ditempuh oleh BI dengan sinergi yang kuat telah membuat perekonomian stabil.

"Dengan kebijakan pemerintah mampu menjaga stabilitas perekonomian dari dampak negatif perekonomian global. Neraca Pembayaran Indonesia di triwulan I-2019 mencatat surplus US$2,4 miliar didorong oleh lebih besarnya surplus dari neraca modal dan finansial sebesar US$10,1 miliar dibandingkan dengan defisit transaksi berjalan US$ 7 miliar atau 2,6% dari PDB," ujar Perry Warjiyo.


(roy/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading