Besok Cum Date, Transaksi Saham Telkom Tembus Rp 892 M

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
10 June 2019 16:03
Besok Cum Date, Transaksi Saham Telkom Tembus Rp 892 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin pasar industri telekomunikasi di Tanah Air, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dijadwalkan akan membayarkan dividen senilai Rp 163,82/saham pada 27 Juni 2019 mendatang.

Bagi investor yang ingin mengantongi dividen dari TLKM, 11 Juni besok adalah batas waktu terakhir untuk membeli saham emiten pelat merah yang satu ini atau bertepatan dengan tanggal cum dividend (tanggal perhitungan penerima dividen).

Besar kemungkinan jelang periode cum date ini membuat saham TLKM cukup aktif ditransaksikan. Data perdagangan mencatat, pada penutupan sesi II Senin ini (10/6/2019), volume perdagangan saham induk operator Telkomsel ini mencapai 222 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 892 miliar. Padahal secara rata-rata hanya diperdagangkan sebanyak 64,21 juta transaksi. 


Saham Telkom pada penutupan sore ini naik 3,59% di level Rp 4.040/saham dan secara year to date naik 7,7%.

Cum date merupakan tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham suatu perusahaan dan berhak atas untuk memperoleh dividen yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Jumlah dividen yang akan didistribusikan oleh TLKM tahun ini setara dengan 90% total laba bersih yang berhasil dibukukan perusahaan sepanjang tahun lalu.

Pada tahun 2018, laba bersih perusahaan tercatat Rp 18,03 triliun, turun 18,57% dari perolehan laba 2017 yang mencapai Rp 22,14 triliun. Sementara itu, pemasukan perusahaan berhasil tumbuh positif 1,97% menjadi Rp 130,78 triliun dari Rp 128,25 triliun.

Manajemen Telkom, dalam keterangan resmi menjelaskan, bahwa kontribusi pendapatan terbesar disumbangkan dari bisnis digital yang meliputi konektivitas broadband dan layanan digital sebesar 62%, naik dari 52,1% di tahun sebelumnya.

Di segmen mobile yang diwakili Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp 89,3 triliun, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) sebesar Rp 47,4 triliun dan laba bersih Rp 25,5 triliun.

Lebih lanjut, kinerja keuangan perusahaan tahun ini diharapkan dapat kembali pulih didukung fakta bahwa keuntungan perusahaan tumbuh 8,55% secara tahunan pada kuartal pertama 2019. Laba bersih perusahaan mampu naik 8,55% secara tahunan (YoY) pada kuartal I-2019 menjadi Rp 6,22 triliun dari kuartal I-2018 sebesar Rp 5,73 triliun.

Pendapatan pada 3 bulan pertama tahun ini naik 7,72% menjadi Rp 34,84 triliun dari sebelumnya Rp 32,34 triliun. Dari pendapatan kuartal I yang naik tersebut, sebagian besar diperoleh dari segmen usaha mobile yang menyediakan produk mobile voice, SMS, value added service, dan mobile broadband.

Akan tetapi, segmen usaha yang tumbuh paling pesat adalah segmen enterprise. Segmen ini mencakup jasa ke pelanggan korporat dan institusional. Pendapatan dari segmen enterprise tercatat naik 16,82% YoY menjadi Rp 11,26 triliun dari sebelumnya Rp 9,64 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading