Hingga April, Pertumbuhan Kredit Bukopin Lampaui Target

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
22 May 2019 20:43
Hingga April, Pertumbuhan Kredit Bukopin Lampaui Target
Jakarta, CNBC Indonesia - Hingga akhir April 2019 penyaluran kredit PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) telah mencapai 101% dari target. Persentase itu disebut lebih besar dibanding target yang dicantumkan di Rencana Bisnis Bank (RBB) yang diserahkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Sampai April, pencapaian [penyaluran] kredit kami sebesar 101%," ujar Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo usai RUPST, Rabu (22/5/2019).

Pertumbuhan penyaluran sebesar 101% itu, kata Eko, dikontribusi oleh segmen kredit Small Medium Enterprise (SME) dan konsumer. Pencapaian masing-masing segmen berkisar 105%-106%.


"SME dan konsumer engine-nya sudah pulih. Ini berarti cita-cita kami untuk fokus ke segmen ritel sampai Aprl positif. Kredit SME dan konsumer telah back on track," jelas Eko.


Semula, Bank Bukopin meyakini kredit segmen komersial masih akan menjadi penyeimbang untuk penyaluran kredit. Ternyata, di bulan April segmen komersial hanya tumbuh 95%-96%. Eko menambahkan, pergeseran dari kredit segmen komersial ke segmen SME dan segmen konsumer beralih terlalu cepat.

Diketahui pada laporan keuangan Bank Bukopin tahun 2017, kredit macet (non-performing loan/NPL) gross Bank Bukopin sebesar 8,5%. Eko menyampaikan dengan fokus di segmen ritel, NPL merupakan sesuatu yang biasa.

"bagi perbankan, main ke segmen ritel kita tidak boleh takut dengan NPL. Kita ke segmen-segmen lebih kecil. Engine kredit ritel kami sudah mulai bangkit," ucapnya.

Guna mengembangkan segmen ritel, Bank Bukopin menargetkan produksi dari Bukopin Finance per bulan sebesar Rp150 miliar-Rp200 miliar. "Kita juga sudah lakukan pembiayaan kepada showroom untuk kolaborasi dengan end user financing yang ada di Bukopin Finance. Kita harap bisa produksi per bulan Rp50 miliar-Rp100 miliar," jelasnya.


Di tahun ini, Bank Bukopin juga akan melakukan sekuritisasi aset dan penerbitan obligasi. Direktur Keuangan dan Perencanaan Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan untuk EBA nilainya Rp1 triliun - Rp1,5 triliun. Begitu juga dengan obligasi sekitar Rp1,5 triliun.

"Sekuritisasi aset saat ini sedang engange dengan manajer investasi. Dalam proses rating untuk EBA-nya. Tapi mungkin kebetulan mau Lebaran, terpotong Pemilu, mungkin awal-awal kuartal 2 bisa launch," jelasnya.

Sementara, untuk penerbitan obligasi masih menunggu audit. Kemungkinan baru akan diterbitkan di kuartal 4.

Saksikan Video Bukopin Gencar Galang Dana di Pasar Modal

[Gambas:Video CNBC]
(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading