Bidik Kredit Tumbuh 8%, Bukopin Incar Sektor Konsumer

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 February 2019 11:23
Bidik Kredit Tumbuh 8%, Bukopin Incar Sektor Konsumer
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini mencapai 8% yang akan didorong oleh kredit konsumer dan kredit ritel di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Kami menargetkan pertumbuhan high single digit di tahun ini, semoga bisa kami capai mostly untuk kredit konsumer dan ritel UMKM. Kira-kira 8% tumbuhnya. Pertumbuhan kami fokuskan di konsumer UMKM," kata Rachmat Kaimuddin, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/2/2019).


Hingga September 2018, Bank Bukopin menyalurkan kredit sebesar Rp 66,97 triliun, sebagian besar disalurkan ke sektor ritel yaitu UMKM (43,39%) dan konsumer (23,94%), sementara komersial sebesar 32,67%.


Pada periode tersebut, Dana Pihak Ketiga yang ditempatkan di Bank Bukopin mencapai Rp 73,97 triliun, sebanyak 69,14% berasal dari segmen ritel, dan sisanya sebesar 30,86% berasal dari segmen komersial. Sementara rasio LDR (loan to deposit ratio) juga meningkat sebesar 14,44% menjadi 89,72%.

Di sisi lain, menanggapi langkah Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI kemarin, Rachmat menilai kebijakan bank sentral tersebut sudah sesuai dengan keinginan pasar yang mengharapkan adanya stabilitas.

Selain itu, langkah BI ini juga dinilai mengimbangi langkah bank sentral AS, The Fed, yang tahun ini mulai melembutkan kebijakan atau dovish dibandingkan dengan tahun lalu yang agresif atau hawkish. Kondisi ini dinilai akan memberikan sentimen positif untuk sektor perbankan.


Bank Indonesia untuk kali pertama sejak akhir Januari tak lagi memunculkan pernyataan hawkish yang kerap dikemukakan setiap kali ditanya awak media mengenai stance atau sikap kebijakan bank sentral di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa kebijakan suku bunga bank sentral diarahkan pada stabilitas eksternal. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading