Hai Investor, Unilever Tebar Dividen Rp 9 Triliun

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 May 2019 17:44
Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membagikan hampir seluruh laba bersih perseroan untuk tahun buku 2018 sebagai dividen.
Tangerang Selatan, CNBC Indonesia - Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membagikan hampir seluruh laba bersih perseroan untuk tahun buku 2018 sebagai dividen sebesar Rp 9 triliun. Hal itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan.

Dengan demikian, pemegang saham akan menerima dividen final sebesar Rp 1.185 per saham, termasuk dividen interim yang telah dibagikan pada 5 Desember 2018 lalu.

"Dividen final akan dibagikan kepada pemegang saham selambatnya pada 18 Juni 2019," kata Hermant Bakshi, Presiden Direktur Unilever saat paparan publik di Grha Unilever, BSD Green Office Park, Tangerang Selatan, Selasa (21/5/2019).


Tidak hanya membagikan dividen, perseroan juga mengangkat Sri Widowati dan Veronika Utami sebagai direktur. Sedangan, Deborah Herawati Sadrach ditetapkan sebagai komisaris independen perseroan.


Tahun lalu, emiten dengan kode saham UNVR mencetak laba bersih sebesar Rp 9,11 triliun atau naik 30,1% dari tahun 2017. Sementara pendapatan perusahaan naik tipis 1,5% pada 2018 menjadi Rp 41,8 triliun.

Hingga triwulan pertama, laba perusahaan mengalami penurunan tipis 4,36% menjadi Rp 1,74 triliun dari laba di periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 1,82 triliun.

Penurunan laba ini juga ikut menggerus nilai laba bersih per saham menjadi Rp 229 per saham di akhir Maret lalu dari sebelumnya Rp 240 per saham di akhir Maret 2018.

Hai Investor, Unilever Tebar Dividen Rp 9 TriliunProduk-produk Unilever (Foto: IST)

Berdasarkan laporan keuangan interim yang tidak diaudit dan dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), salah satu penyebab laba turun adalah menurunnya pendapatan perusahaan. Meski tipis, pendapatan turun menjadi Rp 10,66 triliun dari Rp 10,74 triliun secara year-on-year (YoY).

Selain itu, harga pokok penjualan malah mengalami kenaikan dari sebelumnya senilai Rp 5,25 triliun menjadi Rp 5,35 triliun di akhir Maret 2019. Beban umum dan administrasi juga naik tipis menjadi Rp 934,44 miliar dari sebelumnya senilai Rp 926,38 miliar.
Artikel Selanjutnya

Unilever Punya 2 Direksi Baru, Simak Rekam Jejaknya


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading