Adaro Jadi Saham Tambang Pilihan Saat IHSG Meroket

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
21 May 2019 14:48
Adaro Jadi Saham Tambang Pilihan Saat IHSG Meroket
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjadi salah satu tambang yang banyak diburu investor pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendapat momentum setelah saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang melesat.

Hingga pukul 14.42 WIB, harga saham Adaro naik 2,98% ke level Rp 1.210/unit. Volume perdagangan saham mencapai 42,13 juta senilai Rp 51,7 miliar.
 
Menilik dari kinerjanya, laba bersih perseroan per kuartal I-2019 meningkat hingga 59,6% tercatat menjadi US$118,7 juta, naik dibandingkan kinerja kuartal I-2018 yang hanya membukukan laba US$ 74,4 juta.

Padahal Average Selling Price (ASP) batu bara ADRO per kuartal I-2019 turun cukup lumayan hingga 10% secara year on year (YoY), yakni sebesar US$ 58/metrik ton.


Turunnya ASP batu bara ADRO berkaitan erat dengan harga batu bara acuan Newcastle (calorific value : 6.000 kcal/kg) yang ikut mempengaruhi harga batu bara Indonesia. Rata-rata harga batu bara Newcastle pada kuartal I-2019 hanya sebesar US$ 96,6/metrik ton, atau turun 6% YoY.

Salah satu yang mendongkrak pendapatan ADRO yakni dari laba tambang batu bara Kestrel yang sudah beroperasi secara penuh.

Sebagai informasi, per Agustus 2018, ADRO telah merampungkan akuisisi kepemilikan Rio Tinto atas Kestrel Coal Mine.

Untuk mengakuisisi Kestrel, ADRO menggandeng perusahaan private equity, EMR dan membentuk ventura bersama dengan nama Kestrel Coal Resource Pty Ltd (Kestrel). Diketahui kepemilikan ADRO terhadap Kestrel mencapai 47,99%.

Pada kuartal I-2019, Kestrel mampu membukukan laba sebesar US$ 51 juta. Dengan demikian, ADRO kebagian jatah US$ 24,5 juta pada pos bagian atas keuntungan neto ventura bersama. Dampaknya, pos tersebut membengkak hingga sebesar US$ 33 juta, atau naik 473% YoY.

Tapi tak hanya itu, perusahaan juga tercatat membukukan kinerja penjualan yang gemilang.

Total penjualan batu bara ADRO per kuartal I-2019 mencapai US$ 846 juta naik 10% YoY. Di saat yang sama, beban pokok pendapatan hanya naik 8,22%YoY menjadi US$ 581,7 juta. Artinya kegiatan operasional perusahaan makin efisien, marjin laba kotor (gross profit margin/GPM) pun meningkat 31,3%.

Peningkatan penjualan batu bara ADRO pada kuartal I-2019 utamanya terjadi pada pasar ekspor. Penjualan ekspor batu bara sepanjang kuartal I-2019 meningkat 11,82% YoY, sedangkan pasar domestik cenderung flat dengan peningkatan 0,04% YoY. (yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading