Harga Turun, Ekspor Produk Oleokimia RI Q1-2019 Anjlok 31,48%

Market - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
16 May 2019 21:12
Harga Turun, Ekspor Produk Oleokimia RI Q1-2019 Anjlok 31,48% Foto: Kelapa sawit (REUTERS/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspor produk oleokimia RI (mencakup 15 kode HS) sepanjang Januari-Maret 2019 tercatat sebesar 664 ribu ton, naik 7,26% dibandingkan kuartal I tahun lalu (year-on-year/yoy).

Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat mengatakan, walaupun volume ekspor meningkat namun nilai ekspor di kuartal I tahun ini turun akibat turunnya harga produk-produk oleokimia di pasar global.

"Secara global produk-produk oleokimia mengalami penurunan harga. Kompetitor kita Malaysia, tapi di Eropa pun, Jerman juga salah satu kompetitor terkuat di dunia. Secara psikologis harga produk oleokimia sedikit tertekan sentimen pasar. Jadi sekarang tergantung masing-masing produsen bagaimana menggenjot volume," ujar Rapolo dalam konferensi pers di bilangan Kuningan, Selasa 16/5/2019).




Dia menyebutkan, nilai ekspor produk oleokimia RI di kuartal I-2019 ini tercatat US$ 444 juta, turun 31,48% secara yoy dari kuartal I tahun lalu yang mencapai US$ 648 juta.

Adapun negara-negara tujuan ekspor produk oleokimia RI meliputi China, Uni Eropa, India, Amerika Serikat, kawasan Timur Tengah, dan Jepang.

"Kalau pertumbuhan ekonomi tercapai 5,2% dan inflasi bisa dijaga di kisaran 3% kami optimis volume ekspor dan konsumsi domestik tumbuh dengan baik. Rata-rata volume ekspor tumbuh 6% per tahun. Mudah-mudahan terjaga di sisa 7 bulan mendatang," jelasnya.

Di dalam negeri sendiri, dia mengaku permintaan produk oleokimia cukup tertekan isu kenaikan harga tiket pesawat. Pasalnya, produk oleokimia seperti sabun, shampoo dan pasta gigi cukup banyak dipakai orang-orang yang bepergian.

"Semakin tinggi tingkat hunian hotel dan pesawat, maka secara linear akan semakin tinggi permintaan terhadap produk kami," imbuhnya.



Seperti diketahui, oleokimia merupakan salah satu produk hilir kelapa sawit, yaitu minyak inti sawit (crude palm kernel oil/CPKO) yang melalui empat tahap pengolahan industri hingga menghasilkan antara lain produk biosurfaktan (bahan baku detergen, sabun, dan shampoo), biolubrikan/pelumas dan biomaterial seperti bioplastik. Produk oleokimia juga banyak dipakai di industri baja dan otomotif.

Saat ini, kapasitas terpasang industri oleokimia RI mencapai 5,4 juta ton per tahun, dengan kapasitas produksi terpakai sekitar 70-75% dari jumlah tersebut. Jumlah ini berasal dari 9 perusahaan anggota APOLIN dan 10 perusahaan yang belum bergabung dalam asosiasi. Sekitar 85-90% produksi oleokimia RI masih digunakan untuk keperluan ekspor.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading