Kemesraan AS-Uni Eropa Akan Bawa Wall Street Menghijau

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
16 May 2019 20:38
Kemesraan AS-Uni Eropa Akan Bawa Wall Street Menghijau Foto: Ekspresi Trader di lantai bursa amerika di New York Stock Exchange (NYSE) di New York City, AS, 12 November 2018. REUTERS / Brendan McDermid
Jakarta, CNBC Indonesia - Wall Street akan dibuka menguat pada perdagangan hari ini. Hingga pukul 19:30 WIB, kontrak futures Dow Jones mengimplikasikan kenaikan sebesar 98 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan naik masing-masing sebesar 9 dan 26 poin.

Aura perdamaian AS-Uni Eropa di bidang perdagangan membuat aksi beli kembali dilakukan di bursa saham Negeri Paman Sam. Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan menunda menaikkan bea masuk terhadap mobil dan suku cadang dari Eropa hingga 6 bulan, seperti dilansir dari CNBC International yang mengutip 4 orang sumber.


Sejatinya, Gedung Putih menghadapi tenggat waktu pada hari Sabtu ini untuk menentukan apakah pihaknya jadi mengeksekusi kenaikan bea masuk terhadap mobil dan suku cadang dari Benua Biru tersebut, yang rencananya akan didasarkan pada alasan keamanan nasional.


Selepas hari Sabtu, pemerintahan AS akan memiliki waktu selama 180 hari untuk menentukan keputusan asalkan pihaknya tetap menggelar negosiasi dengan negara-negara mitra dagang.

Trump nampaknya tak mau mengambil risiko memantik perang dagang ronde baru di tengah perang dagang dengan China yang tengah tereskalasi. Jika jadi dieksekusi, pihak Uni Eropa sebelumnya sudah menyiapkan daftar barang yang akan dikenakan bea masuk balasan.

Dengan sikap Trump yang melunak terhadap rencananya menaikkan bea masuk terhadap mobil dan suku cadang dari Eropa, diharapkan ancaman pengenaan bea masuk lainnya juga tak akan dieksekusi, atau setidaknya dipikirkan lagi matang-matang.

Seperti yang diketahui, belum lama ini Trump mengungkapkan rencana untuk menaikkan bea masuk terhadap importasi produk asal Uni Eropa senilai US$ 11 miliar. Rencana tersebut dilandasi oleh kekesalannya bahwa Uni Eropa memberikan subsidi yang kelewat besar kepada Airbus, yang dinilainya sebagai praktik persaingan tidak sehat.

Barang-barang yang diincar AS tersebut di antaranya: pesawat, keju, ikan, wine, dan pakaian.



Di sisi lain, kinerja Wall Street dibatasi oleh potensi memanasnya perang dagang AS-China. Pada hari Rabu (15/5/2019) waktu setempat, melalui sebuah perintah eksekutif Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional terkait ancaman yang dihadapi sektor teknologi AS.

Hal tersebut memberikan kuasa kepada Menteri Perdagangan Wilbur Ross (dengan konsultasi bersama beberapa pejabat tingkat tinggi lainnya) untuk memblokir transaksi yang melibatkan informasi atau teknologi komunikasi yang "membawa risiko tinggi terhadap keamanan nasional AS".

Menindaklanjuti perintah eksekutif yang dikeluarkan Trump, Departemen Perdagangan AS menambahkan Huawei Technologies dan afiliasinya ke dalam Entity List dari Bureau Industry and Security (BIS), yang pada intinya akan membuat Huawei lebih sulit untuk melakukan bisnis dengan perusahaan asal AS.

Dengan sikap AS yang masih saja keras terhadap Huawei, perang dagang AS-China dimungkinkan semakin tereskalasi dan kesepakatan dagang tentu akan semakin jauh.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading