Jadi Perhatian Fitch, Penjualan Lahan Industri di Atas Target

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
16 May 2019 18:43
Jadi Perhatian Fitch, Penjualan Lahan Industri di Atas Target
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepanjang kuartal I-2019, penjualan lahan industri oleh perusahaan pengembang tanah air berhasil melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan penjualan di segmen lahan industri bisa menutupi penurunan pada sektor properti hunian.

Laporan terbaru dari Fitch yang rilis 16 Mei 2019 menganalisis bahwa tren serupa kemungkinan besar masih akan berlanjut pada kuartal kedua tahun ini.

Penjualan agregat lahan industri dari 4 perusahaan pengembang kawasan industrial Indonesia naik lebih dari tiga kali lipat year-on-year (YoY) menjadi Rp 1,7 triliun hingga akhri Maret 2019, setelah sebelumnya terkoreksi sebesar 18% YoY pada tahun 2018.

Keempat pengembang tersebut termasuk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Modernland Realty Tbk (MDLN), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST).


Menurut Fitch, lingkungan politik yang ramah dan kebijakan pemerintah Indonesia yang semakin konsisten, digabungkan dengan investasi berkelanjutan pada sektor infrastruktur, seharusnya dapat membantu mendongkrak permintaan lahan industri dalam jangka menengah.

Pada 3 bulan pertama tahun ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia membukukan realisasi investasi asing dan domestik masing-masing sebesar Rp 108 triliun dan Rp 87 triliun. Angka ini menandakan pertumbuhan 5,3% YoY dan merupakan laju pertumbuhan tercepat dalam 4 kuartal terakhir.

Akan tetapi, patut dicatat, volatilitas kondisi makroekonomi yang meningkat akan menjadi resiko utama terhadap permintaan pada sektor tersebut. Pasalnya, lini usaha lahan industri lebih sensitif terhadap pergerakan sentimen pasar bila dibandingkan lini usaha properti hunian.

Lebih lanjut, dari 13 pengembang yang dilacak oleh Fitch, tercatat pelemahan penjualan properti hunian sebesar 12% secara tahunan menjadi Ro 7,4 triliun. Fitch mengestimasi bahwa pada kuartal II-2019 permintaan akan cenderung melemah karena libur panjang Idul Fitri.

Namun nilai penjualan diestimasi akan meningkat karena para pengembang meluncurkan proyek hunian baru. Akan tetapi, arus kas perusahaan dapat dipengaruhi oleh persaingan ketat karena banyak proyek baru yang diluncurkan bersamaan. Alhasil para pengembang terpaksa menawarkan skema pembayaran yang lebih lama untuk dapat menarik pembeli. (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading