Wow, Perusahaan Bubble Tea Ini Akan IPO Rp 1 T!

Market - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
13 May 2019 15:29
Wow, Perusahaan Bubble Tea Ini Akan IPO Rp 1 T!
Jakarta, CNBC Indonesia - Loob Holding, perusahaan pemegang merek bubble tea Tealive, sedang merencanakan penawaran umum perdana saham/ initial public offering (IPO).

Rencana melantai di bursa saham itu diperkirakan akan membuat perusahaan meraup dana hingga RM300 juta (Rp 1 triliun), menurut beberapa pihak yang mengetahui rencana tersebut.

Perusahaan yang berbasis di Kuala Lumpur itu telah menyewa penasihat untuk rencana penjualan saham itu. Perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan untuk menyasar valuasi senilai RM1 miliar dan menargetkan listing tahun depan, menurut pihak-pihak itu.


CEO Loob Holding Bryan Loo mengonfirmasi bahwa perusahaan berencana melantai di bursa pada paruh pertama tahun depan.


"Kami telah melibatkan penasihat perusahaan untuk melakukan ini," katanya dalam tanggapan melalui email untuk pertanyaan Bloomberg, dilansir dari The Straits Times, Senin (13/05/2019).

"Kami tidak dapat mengonfirmasi target valuasi atau porsi IPO, sambil menunggu rekomendasi akhir dari penasihat kami," tambahnya.

Malaysia telah mencatatkan IPO senilai US$9,4 juta sepanjang tahun ini, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan US$47,8 juta pada periode yang sama pada 2018, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Pasar IPO negara itu mengharapkan dorongan bulan ini dari penawaran US$250 juta oleh Leong Hup International dan beberapa pemegang saham yang ada.

Loob Holding akan bergabung dengan perusahaan-perusahaan seperti QSR Brands (M) Holdings yang merupakan pemilik merek KFC Malaysia dan toko perbaikan rumah Mr DIY yang berencana melepas sahamnya ke publik.

Wow, Perusahaan Bubble Tea Ini Akan IPO Rp 1 T!Foto: REUTERS/Stringer

Pertimbangan dari rencana IPO Loob Holding masih dalam tahap awal dan mungkin belum tentu menghasilkan kesepakatan.

Loob Holding, yang memiliki merek makanan dan minuman lain seperti Ko Ko Kai dan Define Food, mengelola lebih dari 200 gerai di Malaysia, menurut pernyataan perusahaan pada Maret. Perusahaan juga memiliki toko di China, Vietnam, dan Australia. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading