24 Emiten Kena Sanksi BEI, Bukit Asam Lego Saham Treasuri

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
10 May 2019 07:56
24 Emiten Kena Sanksi BEI, Bukit Asam Lego Saham Treasuri
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (9/5/2019) dengan pelemahan 1,14% ke posisi 6.198,8. Sejak awal perdagangan, IHSG sudah ditransaksikan di zona merah.

Bernasib sama, mayoritas bursa saham utama di Benua Kuning juga diperdagangkan di teritori negatif, indeks Nikkei turun 0,93%, indeks Shanghai turun 1,48%, indeks Hang Seng turun 2,39%, indeks Straits Times turun 0,51%, dan indeks Kospi turun 3,04%.



Mengingatkan kembali, CNBC Indonesia merangkum peristiwa dan aksi emiten yang layak disimak sebelum memulai perdagangan di akhir pekan ini, Jumat (10/5/2019).



1.24 Emiten Ini Kena Sanksi BEI

Sebanyak 24 emiten atau perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mendapat sanksi dari otoritas bursa karena belum menyampaikan laporan keuangan.

Hingga Kamis, (9/5/2019), berdasarkan data BEI, terdapat 714 perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana 692 perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit untuk periode 2018.

Namun, masih ada saja perusahaan yang mangkir dari kewajiban menyampaikan dan mempublikasikan laporan keuangan sehingga sesuai aturan pasar modal. Kepada emiten-emiten tersebut, BEI telah mengirimkan Peringatan Tertulis II dan ada juga yang dikenakan sanksi denda sebesar Rp 50 juta atas keterlambatan penyampaian tersebut.

Perusahaan yang baru-baru ini anak usahanya terkena putusan pailit, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) termasuk dalam emiten uang belum lapor kinerja perusahaan tahun lalu, tidak hanya laporan keuangan tahunan, bahkan juga laporan keuangan interim. Selain itu, beberapa anak usaha di bawah naungan Grup Bakrie juga ada yang bandel dan harus kena sanksi BEI.


2.Laba Melejit 25%, Adhi Karya Sebar Dividen Rp 129 M
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar 20% dari laba bersih perusahaan tahun 2018 atau sebesar Rp 128,8 miliar.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan jumlah tersebut sama dengan besaran dividen yang dibagikan tahun lalu. Adapun sisa dana sebesar 80% dari laba bersih akan digunakan perusahaan untuk pengembangan usaha.

"Laba bersih yang ditahan Rp 515 miliar rupiah. Kenapa ditahan? Dalam rangka mengembangkan usaha, kami merencanakan beberapa investasi ke depan," kata Budi usai RUPST di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Tahun lalu, Adhi Karya membukukan kenaikan laba bersih sebesar 24,97% menjadi Rp 644,15 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 515,41 miliar. Laba bersih ini ditopang pendapatan yang tumbuh tipis 3,29% ke angka Rp 15,65 triliun dari tahun sebelumnya Rp 15,15 triliun.


3.Waskita Karya Bagi Dividen Rp 990 M & Ganti Direktur
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Hotel Pullman, Kamis (9/5/2019). Dalam RUPST itu diputuskan terjadi sedikit perubahan jajaran direksi.

Direktur Utama Waskita, I Gusti Ngurah Putra, menjelaskan bahwa Wahyu Utama Putra yang sebelumnya menjabat Direktur Quality, Safety, Health & Environment diberhentikan dengan hormat. Posisinya digantikan oleh Gunadi.

"Ada agenda terakhir mengenai perubahan susunan direksi. Saudara Wahyu Utama Putra diberhentikan dengan hormat oleh pemegang saham seri dwiwarna dan memberikan kepercayaan kepada saudara Gunadi," kata I Gusti Ngurah Putra.


4.Laba jadi Dividen, Investor HM Sampoerna Dapat Rp 117,2/Saham
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan membagikan dividen Rp 117,2 untuk setiap saham. Jumlah tersebut tercatat sekitar 100% dari total laba yang dibukukan perseroan pada 2018.

Hal itu diputuskan perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang dilaksanakan hari ini. Pada 2018 perseroan tercatat membukukan laba Rp 13,5 triliun naik 6,8% secara tahunan.

Pendapatan perseroan pada periode yang sama tercatat mencapai Rp 106,7 triliun naik 7,7% secara tahunan.


5.Bayar Utang Anak Usaha, Tower Bersama Rilis Obligasi Rp 750 M
Emiten menara telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar yang ditawarkan dengan tingkat bunga sebesar 8,00%. Dana ini akan digunakan perusahaan untuk membayarkan kewajiban anak usahanya.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), obligasi ini memiliki tenor selama 370 hari kalender dan akan jatuh tempo pada 24 Agustus 2020 atau bertenor 1 tahun.

Perusahaan akan membayarkan kewajiban anak usahanya yakni PT Solu Kreasi Pratama (KSP). Kewajiban yang dimaksud terkait dengan fasilitas pinjaman berulang atau revolving Seri B senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,2 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$).




6.Jual Saham Treasuri, Bukit Asam Dapat Cuan Rp 948,29 M
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memperoleh capital gain sebesar 49% atau sekitar Rp 948,29 miliar atas penjualan saham treasuri dibandingkan dengan rata-rata pembelian saham tersebut pada periode 2013-2015. Secara total dana yang diperoleh dari penjualan saham ini mencapai Rp 1,95 triliun.

Corporate Secretary Bukit Asam Suherman mengatakan penjualan saham hasil buyback ini dilakukan sebanyak dua kali pada 2 April 2019 dan 8 Mei 2019. Total saham yang dijual mencapai 553,89 juta lembar saham.

"Penjualan terbesar saham treasuri terjadi pada 8 Mei 2019 lalu senilai Rp 1,67 Triliun yang dilakukan dengan mekanisme pasar negosiasi dengan settlement T+0. Bukit Asam berhasil menjual saham treasuri ini di tengah terkoreksinya harga saham PTBA setelah cum-dividen," kata Suherman dalam siaran persnya, Kamis (9/5). (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading