HBA Mei Anjlok, Industri Batu Bara RI Bakal Lesu di 2019?

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
08 May 2019 10:56
HBA Mei Anjlok, Industri Batu Bara RI Bakal Lesu di 2019?
Jakarta, CNBC Indonesia- Berkurangnya permintaan pasar terhadap pasokan batu bara berdampak pada pergerakan harga batu bara bulan ini. 

Tercatat, Harga Batu Bara Acuan (HBA) pada Mei ini turun menjadi US$ 81,86 per ton, atau turun US$ 6,99 per ton dibandingkan HBA April 2019 yang sebesar US$ 88,85 per ton. Harga ini terus melanjutkan tren penurunan sejak akhir tahun lalu.




Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menjelaskan, penurunan HBA yang terjadi dalam dua bulan terakhir pada dasarnya lebuh dipicu merosotnya index global coal newcastle akibat dampak terhambatnya ekspor batubara Australia di Tiongkok. 

Sementara, lanjut Hendra, untuk harga batu bara kalori menengah dan rendah, sejak pertengahan Februari berangsur menguat. Sehingga, karena mayoritas batu bara Indonesia berkalori rendah-menengah yang harganya cenderung menguat, membuat pengusaha masih bisa bernafas lega. 

Namun, tambahnya, bukan berarti pengusaha lantas langsung tenang-tenang diri, sebab, ke depan masih ada kekhawatiran harga untuk dua kalori tersebut bisa tertekan karena kemungkinan melimpahnya pasokan batu bara dari Indonesia.



"Bagaimana menghadapinya? Ya tentu dengan efisiensi, ini sudah dilakukan sejak harga turun. Meskipun tren harga kalori rendah-menengah menunjukkan tren yang menguat, namun penurunan HBA ini sesuatu yang perlu diperhatikan," tutur Hendra saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (8/5/2019).

"Apalagi, kemungkinan pemerintah akan melonggarkan produksi batu bara. Itu yang kita harus antisipasi," tambahnya.

Selain itu, pihaknya menilai, perlu dukungan dari pemerintah, agar meninjau kembali penetapan capping harga batu bara khusus untuk pasokan ke PLN.

"Karena, kemarin kan capping ditetapkan waktu harga batu bara sedang tinggi, sekarang harga turun, capping-nya bisa dikaji ulang sih. Idealnya memang harga itu mengikuti harga pasar," tambah Hendra. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading