Pendapatan Tumbuh, Laba Bersih Q1 Kimia Farma Kok Anjlok 45%?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
06 May 2019 14:20
Pendapatan Tumbuh, Laba Bersih Q1 Kimia Farma Kok Anjlok 45%?
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten farmasi pelat merah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menorehkan performa yang mengecewakan pada kuartal I-2019. Pasalnya, meskipun total pendapatan (top line) perusahaan naik signifikan, KAEF gagal membukukan pertumbuhan positif pada pos laba bersih (bottom line).

Sepanjang 3 bulan pertama tahun ini, perusahaan mencatatkan kenaikan penjualan 21,79% year-on-year (YoY) menjadi Rp 1,81 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Ro 1,49 miliar.

Jika dirinci, peningkatan penjualan dicatatkan pada semua lini bisnis KAEF terutama pada segmen pil KB, alat kesehatan dan lainnya. Segmen usaha tersebut mencatatkan peningkatan 175,44% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan, lini usaha obat ethical, lisensi, dan narkotika tercatat menyumbangkan kontribusi paling besar dengan total penjualan mencapai Rp 758,68 miliar. Lalu disusul oleh penjualan obat over the counter (OTC) senilai Rp 377,33 miliar dan penjualan obat generik sebesar Rp 294,43 miliar.


Meskipun demikian, capaian positif pada kinerja top line KAEF ditekan oleh pos beban usaha dan beban keuangan. Pertumbuhan pada kedua pos pembiayaan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan peningkatan penjualan.

Pada kuartal pertama tahun ini, beban usaha membukukan pertumbuhan hingga 34,35% secara tahunan menjadi Rp 548,89 miliar dibanding kuartal I-2018 sebesar Rp 430,57 miliar. Beban usaha KAEF, meningkat disokong oleh tingginya biaya gaji & kesejahteraan karyawan, biaya pemeliharaan, dan biaya promosi.

Sementara itu beban keuangan KAEF pada 3 bulan pertama tahun ini melesat 158,63% YoY menjadi Rp 81,84 miliar dari Rp 31,64 miliar di kuartal pertama tahun lalu.

Biaya yang membentuk pos beban keuangan adalah beban bunga bank (naik 218,23% YoY), beban bunga pinjaman jangka menengah (naik 61,35% YoY), dan beban bunga sewa pembiayaan (naik 675,52% YoY).

Melesatnya pos-pos beban di atas menyebabkan ruang pergerakan untuk mendongkrak kinerja bottom line dibatasi.

Alhasil, KAEF hanya mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp 20,63 miliar, turun 44,55% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

Di lain pihak, dari sisi neraca, nilai aset KAEF mampu tumbuh 16,84% hanya dalam 3 bulan. Total aset hingga akhir Maret mencapai Rp 11,65 triliun dari Rp 9,97 triliun dari akhir tahun lalu.

Peningkatan pada aset perusahaan disokong oleh pertumbuhan signifikan pas kas dan setara, piutang usaha pihak ketiga, dan perolehan uang muka.

Sementara itu, nilai liabilitas dan ekuitas kuartal I-2019 masing-masing sebesar Rp 8,94 triliun dan Rp 2,71 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading