Bank Terbesar Eropa, HSBC Raup Laba Rp 88,7 T pada Q1-2019
Prima Wirayani,
CNBC Indonesia
03 May 2019 12:22
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank terbesar di Eropa HSBC melaporkan kenaikan tajam laba di kuartal pertama tahun ini, Jumat (3/5/2019).
Bank yang bermarkas di London, Inggris, itu mencatatkan laba sebelum pajak di tiga bulan pertama ini sebesar US$6,213 miliar atau sekitar Rp 88,7 triliun atau melesat naik 30,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan kuartal pertama mencapai US$14,428 miliar atau lebih tinggi 13,65% dibandingkan setahun lalu, CNBC International melaporkan.
Para analis yang disurvei Refinitiv memperkirakan laba sebelum pajak perusahaan "hanya" mencapai US$5,399 miliar, lebih tinggi dari US$4,755 miliar di periode yang sama 2018.
Mereka juga memperkirakan pendapatan bank akan senilai US$13,788 miliar atau sedikit berubah dibandingkan US$13,71 miliar yang diraup sepanjang tiga bulan pertama tahun lalu.
Saham HSBCÂ yang dicatatkan di bursa Hong Kong terkoreksi tipis 0,07% hari Jumat sebelum laporan tersebut dirilis. Namun, kinerja sahamnya telah naik sekitar 5% sepanjang tahun ini.
Sementara itu, saham perusahaan yang dicatatkan di bursa London telah kehilangan sekitar 3,22% dari nilainya sepanjang 2019. (hps) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Bisnis Wealth Management Makin Prospektif Kala Kelas Menengah Seret
Bank yang bermarkas di London, Inggris, itu mencatatkan laba sebelum pajak di tiga bulan pertama ini sebesar US$6,213 miliar atau sekitar Rp 88,7 triliun atau melesat naik 30,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan kuartal pertama mencapai US$14,428 miliar atau lebih tinggi 13,65% dibandingkan setahun lalu, CNBC International melaporkan.
Para analis yang disurvei Refinitiv memperkirakan laba sebelum pajak perusahaan "hanya" mencapai US$5,399 miliar, lebih tinggi dari US$4,755 miliar di periode yang sama 2018.
Saham HSBCÂ yang dicatatkan di bursa Hong Kong terkoreksi tipis 0,07% hari Jumat sebelum laporan tersebut dirilis. Namun, kinerja sahamnya telah naik sekitar 5% sepanjang tahun ini.
Sementara itu, saham perusahaan yang dicatatkan di bursa London telah kehilangan sekitar 3,22% dari nilainya sepanjang 2019. (hps) Add
source on Google