Mau Trading Forex Hari ini? Perhatikan Sejumlah Sentimen Ini

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
02 May 2019 08:49
Tingkat volatilitas atau rentang pergerakan mulai melebar yang tentunya akan menguntungkan bagi para trader.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar valuta asing (Foreign Exchange/Forex) kembali bergeliat di pekan ini. Tingkat volatilitas atau rentang pergerakan mulai melebar yang tentunya akan menguntungkan bagi para trader.

Peningkatan volatilitas juga terjadi pada perdagangan Rabu (1/5/19) kemarin, khususnya setelah pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Sikap The Fed dalam pengumuman tersebut masih akan mempengaruhi pergerakan pasar forex sepanjang hari ini, selain itu ada juga faktor lain yang bisa memberikan gambaran trading forex hari ini Kamis (2/5/19)


1. The Fed Tahan Suku Bunga
Hasil rapat kebijakan moneter The Fed selama dua hari memutuskan suku bunga acuan tetap sebesar 2,25% - 2,50%, dan untuk saat ini belum ada niat ataupun pembahasan untuk memangkas suku bunga.

Sikap The Fed tersebut tentunya membuat pelaku pasar sedikit kaget, sebelum pengumuman itu banyak yang memprediksi bank sentral pimpinan Jerome Powell ini akan memangkas suku bunganya di akhir tahun.

Satu-satunya alasan bagi The Fed untuk memangkas suku bunga adalah jika inflasi terus mengalami pelambatan. Sementara untuk saat ini melambatnya kenaikan harga-harga tersebut dikatakan bersifat sementara.

Pengumuman dari The Fed ini menjadi sentimen positif yang bisa mendongkrak kinerja dolar AS.

2. Damai Dagang AS-China Segera Terjadi
Dua negara yang berseteru masalah bea impor ini dikatakan akan berdamai pada Jumat pekan depan. Hal tersebut diberitakan oleh CNBC International yang mendapat bisikan dari sumber terkait.

Damai dagang AS - China akan menjadi kabar bagus tidak hanya bagi kedua negara, tapi juga bagi satu dunia. Perang bea impor dua raksasa ekonomi ini menjadi salah satu pemicu pelambatan ekonomi global.

Kepala Staf Gedung Putiih Mick Mulvaneyu mengatakan dalam dua pekan ke depan akan diketahui hasil perundingan dagang AS - China. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin juga mengamini semua akan terjawab dalam dua pekan ke depan, namun ia juga menyiratkan masih ada dua kemungkinan, ditandatanganinya perjanjian dagang yang baru atau malah kembali buntu.

Semakin dekatnya kemungkinan damai dagang akan berdampak positif ke pasar saham, aset-aset berisiko bisa kembali menguat, mata uang safe haven seperti yen kemungkinan akan melemah.

3. Pengumuman Kebijakan Moneter Bank of England (BOE)
Setelah The Fed, giliran BOE yang akan mengumumkan kebijakan moneter sore ini pukul 18:00 WIB, diikuti dengan koferensi pers sang Gubernur, Mark Carney 30 menit setelahnya. Hampir semua ekonomi yang disurvei Reuters memprediksi Bank Sentral Inggris ini akan mempertahankan suku bunga 0,75%.

Ketidakpastian Brexit masih menjadi alasan BOE tidak mengubah kebijakannya hingga saat ini meski perekonomian Inggris terlihat kuat. Tingkat pengangguran Inggris berada di level terendah 44 tahun dan rata-rata kenaikan upah berada di level tertinggi 10 tahun.

Dua data itu sudah cukup menggambarkan bagaimana kinerja ekonomi Negeri Ratu Elizabeth ditengah ketidakpastian Brexit.

Update proyeksi ekonomi dari BOE dan apakah ada kemungkinan suku bunga dinaikkan dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi perhatian dalam pengumuman kebijakan kali ini.

Melansir Reuters, Sebastien Cross, strategist suku bunga di Bank of America Merril Lynch mengatakan ia melihat ruang untuk BOE bersikap hawkish lebih besar ketimbang dovish.

Sikap hawkish atau memberikan indikasi akan menaikkan suku bunga tentunya akan membuat poundsterling kembali menguat.

Ketiga faktor diatas dapat memberikan gambaran dolar AS masih berpeluang dominan pada hari ini, khususnya terhadap yen Jepang. Sementara poundsterling bisa memukul balik dolar AS, asalkan ada indikasi BOE akan menaikkan suku bunga.

Mau Investasi Forex? Kenali Dasar-dasarnya
[Gambas:Video CNBC]
(pap/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading