Hasil Pertemuan BI Diumumkan, Koreksi IHSG Kian Dalam

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
25 April 2019 15:08
Pelemahan IHSG menjadi semakin dalam pada sesi 2 seiring dengan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah jatuh 1,01% pada akhir sesi 1 ke level 6.382,77, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis ini (25/4/2019) menjadi semakin dalam di sesi 2 seiring dengan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Pada perdagangan pukul 14:57 WIB, IHSG sudah anjlok sebesar 1,24% ke level 6.368,21.

Dalam RDG edisi April 2019, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, BI-7 Day Reverse Repo Rate, di level 6%.



Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BI, Kamis siang ini, Gubernur BI Perry Warjiyo membeberkan enam langkah yang akan ditempuh guna meningkatkan permintaan dari dalam negeri.

Namun, tak satu pun dari langkah tersebut yang berisi atau setidaknya memberikan sinyal untuk memangkas suku bunga acuan.

Hal ini tampaknya memberikan kekecewaan bagi pelaku pasar. Pasalnya, pemangkasan tingkat suku bunga acuan berpotensi mendongkrak konsumsi masyarakat Indonesia yang pada akhirnya akan direfleksikan dalam angka pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Sejatinya, ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga acuan memang bisa dibilang cukup terbuka lantaran BI sendiri memproyeksikan The Federal Reserve selaku bank sentral AS tak akan menaikkan tingkat suku bunga acuan pada tahun ini.

Sepanjang tahun depan pun, BI melihat tak ada kenaikan Federal Funds Rate (FFR).

Saat ini, sebenarnya pelaku pasar cukup yakin bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan.


Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak Fed Fund Futures per 25 April 2019, terdapat peluang sebesar 40,2% bahwa The Fed akan menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps pada tahun ini, melonjak dari posisi minggu lalu yang sebesar 33,2%.

Sementara itu, peluang pemangkasan tingkat suku bunga acuan sebesar 50 bps adalah sebesar 15%, jauh lebih tinggi dari posisi minggu lalu yang sebesar 6,8%.

Jika The Fed memangkas tingkat suku bunga acuan, ruang pemangkasan suku bunga acuan oleh BI lantas menjadi terbuka lebar. Namun, opsi ini tak digaungkan oleh BI dan memantik aksi jual dengan intensitas yang kian besar di pasar saham tanah air.

Aksi jual bersih asing pada pukul 15.00 WIB sudah mencapai Rp 595 miliar di pasar reguler.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(ank/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading