Jokowi Effect & Asing yang Borong Saham Astra & Telkom

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
21 April 2019 09:07
Jokowi Effect & Asing yang Borong Saham Astra & Telkom
Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan lalu menjadi periode yang pendek untuk pasar keuangan dan pasar modal Tanah Air. Di pasar modal dan perbankan, perdagangan diliburkan untuk memperingati pesta demokrasi 17 April dan Jumat Agung 19 April.

Bagaimana dengan pekan ini?

CNBC Indonesia merangkum beberapa kejadian dan isu berkaitan dengan pasar keuangan dan pasar modal dalam negeri untuk bisa dicermati pada pekan ini.


Bos OJK Undang Investor Inggris Berinvestasi di Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundang investor asal Inggris untuk berinvestasi di pasar keuangan Indonesia. Undangan itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Indonesia Executive Forum 2019 di London, Inggris, pekan ini.

Menurut Wimboh, ekonomi Indonesia pada tahun lalu, tumbuh di angka 5,17% secara tahunan, paling tinggi ketiga di antara negara-negara G-20 setelah India dan Tiongkok.


Derita Poundsterling: 3 Hari Amblas Beruntun, Sampai Kapan?
Mata uang poundsterling Inggris sudah mencatat penurunan dalam 3 hari beruntun terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga perdagangan Kamis (18/4/19) kemarin.

Meski demikian, pound terlihat terlihat masih tertekan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan bangkit setidaknya di perdagangan sesi Asia Jumat lalu (19/4/19).

Pada pukul 10:39 WIB, Jumat pekan lalu, pound diperdagangkan di kisaran US$ 1,2989, masih dekat level terendah tiga pekan yang disentuh Kamis kemarin di kisaran US$ 1,2986, melansir kuotasi MetaTrader 5.


Ada Jokowi Effect, DBS Prediksi IHSG Tembus Level 6.900
DBS Group Research memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai level 6.900 poin dari sebelumnya 6.500 hingga akhir tahun ini. Proyeksi itu didasarkan atas perkiraan kinerja pasar saham domestik yang menguat seiring sikap pelaku pasar yang merespons terpilihnya kembali sang petahana, Presiden Joko Widodo, memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei menyatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin unggul atas pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.



Emas Bisa Bangkit Dari Level Terendah di 2019, Asal...

Harga spot emas dunia terkapar di level terendah tahun ini, meski berhasil menguat tipis pada perdagangan Kamis (18/4/19). Jumat (19/4/19) lalu perdagangan emas libur seiring perayaan Jumat Agung.

Melansir data dari Refinitiv, spot emas menguat 0,1% ke level US$ 1.275,01 per troi ons pada perdagangan Kamis, setelah sebelumnya sempat turun ke US$ 1.272,56 per troi ons yang menjadi level terendah 2019. Sepanjang pekan ini, atau dalam empat hari perdagangan harga logam mulia ini anjlok 1,16%.

Penurunan harga emas dipicu peningkatan risk appetite atau minat terhadap risiko para pelaku pasar yang membuat permintaan akan aset safe haven seperti emas menurun.


Wow! Asing Borong Saham Astra & Telkom Lebih Setengah Triliun
Seminggu menjelang pemilihan umum (Pemilu) investor asing rupanya masih aktif melakukan akumulasi beli bersih (net buy) di pasar saham Indonesia. Namun bukan saham bank atau konstruksi yang banyak di beli investor asing, seperti yang terjadi sehari setelah pemilu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepekan sebelum pemilu saham-saham yang paling banyak di borong asing adalah saham PT Astra International Tbk (ASII). Total nilai net buy asing pada saham ini tercatat mencapai Rp 649,84 miliar, yang membuat saham Astra naik 2,28% dalam periode yang sama.

Saham lain yang banyak di borong investor asing pekan lalu adalah, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 612,55 miliar. Namun sayang akumulasi beli investor asing tersebut dimanfaatkan oleh pemodal lokal untuk ambil untung, sehingga saham Telkom mengalami koreksi 2,28% dalam sepekan.


Pasokan Makin Seret, Harga Minyak Melesat dalam Seminggu
Pada penutupan perdagangan Kamis (18/4/2019) lalu, harga minyak mentah dunia ditutup menguat.

Harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Juni naik 0,49% ke posisi SU$ 71,97/barel, sedangkan jenis light sweet (WTI) menguat 0,38% ke level US$ 64/barel. Selama sepekan, harga Brent dan WTI telah naik masing-masing sebesar 1,61% dan 0,66% secara point-to-point.

Adapun pasar minyak berjangka global pada hari Jumat (19/4/2019) lalu tutup karena adanya libur Jumat Agung. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading