Batu Bara Lesu, United Tractors Agresif Akuisisi Tambang Baru

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 April 2019 18:33
Batu Bara Lesu, United Tractors Agresif Akuisisi Tambang Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - Sayap bisnis alat berat milik PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR) berencana kembali mengakuisisi tambang mineral, termasuk batu bara dan emas, sebagai strategi di tengah masih rendahnya harga batu bara.

Manajemen perusahaan menyebutkan tengah dalam penjajakan dan uji tuntas atau due diligence untuk beberapa tambang yang sudah dibidik perseroan.

Direktur Utama United Tractors yang baru, Franciscus Kesuma, mengatakan perusahaan sedang fokus mengembangkan bisnis tambang mineral, terutama emas. Hal itu mengingat penjualan alat berat perseroan saat ini dalam tren lesu karena masih rendahnya harga jual batu bara, terutama untuk batu bara kalori rendah.


"Project lain fokus ke thermal coal high quality, cooking coal dan mineral. Mineral memang baru emas dan ke depan masih prioritas dan kami terbuka untuk akuisisi tambang yg sudah jadi dan kalau ada potensi green field terutama yang masih di sekitar cluster Asmin dan sekitarnya. Itu akan jadi prioritas cooking dan thermal," kata Franciscus di Grand Ballroom United Tractors, Jakarta, Selasa (16/4).


Rencana pengembangan bisnis pertambangan ini sejalan dengan prediksi perusahaan tahun ini di mana penjualan alat berat diprediksi turun menjadi 4.100 unit, turun dari posisi penjualan tahun lalu sebanyak 4.879 unit.


Turunnya target penjualan ini seiring dengan masih rendahnya harga jual batu bara sehingga penambang cenderung menahan pembelian alat berat.

Namun demikian, perusahaan optimistis bahwa penjualan yang rendah akan dikompensasi dari bisnis pemeliharaan alat berat, meski diprediksi akan stagnan dibanding tahun lalu.

Dalam kesempatan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) itu, Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro menambahkan perseroan tak mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) khusus untuk akuisisi ini, meski capex di tahun ini dipatok sebesar US$ 700 juta-US$ 800 juta.

Nilai capex tersebut setara dengan Rp 9,87 triliun-Rp 11,28 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.100/US$.

"Tambang yang akan diakuisisi itu tergantung, UT kalau mau masuk sekalian besar. Dua tahun lalu kita masuk ke cooking coal, tahun lalu kita masuk ke gold. Ini ya masuk antara itu aja gold dan cooking coal, kalau thermal coal yang kalori tinggi. Kalau yang lagi due diligence kita belum bisa disclose,"jelas dia.

Simak ulasan kinerja bisnis Astra di tahun lalu.
[Gambas:Video CNBC] (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading