Dikomandoi Erick Thohir, Intermedia pada 2018 Rugi Rp 140 M

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
16 April 2019 18:46
Dikomandoi Erick Thohir, Intermedia pada 2018 Rugi Rp 140 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepanjang tahun 2018, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) gagal membukukan kinerja positif dan tidak mengantongi laba. Anak usaha PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dan induk usaha ANTV tersebut merugi hingga Rp 140,64 miliar dan pertama kali perusahaan mencatatkan kerugian setidaknya sejak tahun 2010.

Padahal awal tahun ini, MDIA baru saja mengumumkan right issue (penerbitan saham baru) untuk membayarkan hutang dan membiayai modal kerja entitas anaknya, PT Cakrawala Andalas Televisi (CATV).

Hal ini dikarenakan MDIA adalah penjamin hutang CATV atas senior facility agreement dengan nilai sebesar US$ 121,52 juta atau setara Rp 1,73 triliun.

Akankah dana segar hasil right issue ini sepenuhnya didistribusikan kepada CATV, atau juga akan diserap MDIA?


Tahun 2018, MDIA terpaksa merugi karena capaian pendapatan tahun lalu gagal menekan peningkatan yang cukup signifikan pada pos pembiayaan.

Total pendapatan perusahaan dari iklan terkoreksi 8,56% year-on-year (YOY) menjadi hanya Rp 1,82 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,99 triliun.

Lebih lanjut, pemasukan perusahaan kemudian tertekan karena pos pembiayaan utama, yaitu beban usaha naik hingga 14,04% YoY menjadi Rp 1,49 triliun. Peningkatan beban terbesar dicatatkan dari pos biaya amortisasi persediaan program materi dan pos biaya pemasaran.

Selain itu, tingginya rugi selisih kurs dan beban keuangan (bunga) semakin memperparah kinerja keuangan MDIA tahun lalu.

Rugi selisih kurs tahun 2018 meroket lebih dari 4 kali lipat, dari yang sebelumnya hanya Rp 7,68 miliar menjadi Rp 112,48 miliar. Lalu, beban keuangan juga naik 406,92% menjadi Rp 208,05 miliar.

Dengan pos pembiayaan yang membengkak, wajar saja MDIA gagal untuk menorehkan keuntungan di tahun 2018. Alhasil, investor harus pasrah karena kemungkinan besar tidak ada dividen yang diterima tahun ini, karena laba per saham dasar yang tercatat senilai -Rp 3,59/unit saham.

Akhirnya, pada penutupan perdagangan hari ini (16/4/2019), harga saham MDIA anjlok 3,57% menjadi Rp 135/unit saham.

Di lain pihak, pada akhir periode 2018, total aset MDIA relatif stagnan dengan naik 5,82% menjadi Rp 5,45 triliun. Jika dirinci, total aset lancar tercatat Rp 4,7 triliun dan total aset tidak lancar sebesar Rp 751,73 miliar.

Lain halnya dengan liabilitas perseroan yang tercatat naik signifikan menjadi Rp 3,03 triliun, dari akhir 2017 yang sebesar Rp 2,5 triliun. Dimana liabilitas jangka pendek senilai Rp 1,81 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 1,22 triliun

Sementara nilai ekuitas di periode tersebut tercatat mencapai Rp 2,42 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading