BEI Ogah Buka Suspensi Saham Bumi Resources Minerals, Kenapa?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
11 April 2019 - 15:27
BEI Ogah Buka Suspensi Saham Bumi Resources Minerals, Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) belum memberi sinyal akan membuka penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) kendati perusahaan Grup Bakrie ini telah melaporkan kinerja keuangan triwulan I-2019.

BEI telah menghentikan sementara perdagangan saham BRMS sejak Selasa (2/4/2019). Dalam keterbukaan infomasi disampaikan, suspensi dilakukan setelah melihat perusahaan tidak membukukan pendapatan usaha sejak 1 Oktober 2018 sampai 31 Desember 2018.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menyatakan, otoritas bursa tidak akan langsung membuka suspensi tersebut lantaran masih akan meninjau lebih lanjut mengenai laporan keuangan Bumi Resources Minerals.


Otoritas bursa akan memastikan apakah bisnis inti dari BRMS tetap berkelanjutan dan terjaga, serta melihat bagaimana rencana bisnis emiten yang melantai di BEI pada 9 Desember 2010 tersebut.


"Pertama kami pastikan apakah core bisnisnya [bisnis inti] menghasilkan, other income [pendapatan lain] boleh tapi yang penting recurring [berulang]. Kedua, apakah ada kewajiban-kewajiban lain yang mengakibatkan dia disuspensi sebelumnya. Jadi bukan hanya menyampaikan laporan keuangan semata," ungkap Nyoman, di gedung BEI, Sudirman, Jakarta, Kamis (11/4/2019).


Di sisi lain, investor pemegang saham BRMS sedikit bernafas lega karena pada kuartal I-2019, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) itu akhirnya kembali mengantongi keuntungan US$ 86.650 atau setara Rp 1,23 miliar (kurs Rp 14.200/US$).

Ini menjadi keuntungan perdana setelah terakhir dicatatkan pada kuartal 4-2016.

Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana perusahaan merugi hingga US$ 4,69 juta atau setara Rp 66,66 miliar.

Pada kuartal I-2019, pemasukan perusahaan melesat 52,79% YoY menjadi US$ 1,26 juta dibandingkan kuartal I-2018 yang hanya US$ 825.000.


Pendapatan ini diperoleh atas transaksi jasa penasehat pertambangan dengan Bellridge Holdings Limited (Bellridge). Selain itu, perusahaan juga mendapatkan pemasukan lebih dari penghasilan bunga yang meningkat dari US$ 2.625 menjadi US$ 28.035.

Dari sisi aset perusahaan, relatif stagnan dengan kenaikan tipis 0,02% YoY menjadi US$ 690,89 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 690,76 juta. Jumlah aset itu terbagi yakni aset lancar US$ 44,09 juta dan aset tidak lancar sebesar US$ 646,81 juta.

Pergerakan serupa juga dicatatkan pos liabilitas yang hanya terkoreksi 0,03% YoY menjadi US$ 171,75 dibanding kuartal I-2018 yang sebesar US$ 171,81 juta. Pos ini terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai US$ 61,9 juta dan liabilitas jangka panjang US$ 109,85 juta.


Simak ulasan harga komoditas, terutama batu bara dari China dan India.
[Gambas:Video CNBC]
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading