Terendah Dalam Sepekan, Mampukah Harga CPO Bangkit?

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
11 April 2019 10:03
Harga CPO kontrak Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange anjlok hingga 1,9% akibat stok minyak sawit Malaysia yang tak berkurang sesuai harapan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kontrak Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange anjlok hingga 1,9% akibat stok minyak sawit Malaysia yang tak berkurang sesuai harapan.

Hal itu terjadi pada perdagangan Kamis (10/4/2019) kemarin, yang mana harga CPO ditutup di posisi MYR 2.170/ton. Pada posisi tersebut, CPO berada di posisi terendah dalam seminggu terakhir.




Pasalnya inventori minyak sawit Malaysia per akhir Maret 2019 ternyata hanya turun sebesar 142.000 ton menjadi 2,91 juta ton. Angka tersebut diungkapkan oleh otoritas resmi Malaysia Palm Oil Board (MPOB).

Padahal sebelumnya, sebuah survei yang dilakukan oleh Reuters memprediksi stok akan berada di posisi 2,85 juta ton, atau terendah dalam 5 bulan.

Sontak pelaku pasar pun kecewa. Jelas saja, kenyataan ternyata tak seindah yang dibayangkan.

Namun harga minyak kedelai di bursa Chicago yang naik 0,1% kemarin berpotensi memberi dorongan pada harga CPO hari ini.

Sebagai informasi, minyak sawit bersaing dengan minyak nabati lain (termasuk minyak kedelai) di pasar global. Membuat pergerakan harganya akan saling memberi pengaruh yang searah.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(taa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading