Traveloka Beri Sinyal IPO, BRI Siap Terbitkan Obligasi Rp 6 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
11 April 2019 08:00
Traveloka Beri Sinyal IPO, BRI Siap Terbitkan Obligasi Rp 6 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (10/4/2019) dengan koreksi sebesar 0,09% ke level 6.478,33 seiring dengan sentimen ekonomi global yang diprediksi melemah.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan bagi pelemahan IHSG di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) 1,45%, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) 1,89%, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM 0,5%, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) 10,03%, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) 1,42%.



IHSG melemah kala bursa saham utama kawasan Asia ditransaksikan bervariasi. Indeks Nikkei turun 0,53%, indeks Hang Seng juga turun 0,13%, indeks Shanghai naik 0,07%, indeks Straits Times naik 0,07%, dan indeks Kospi menguat 0,49%.


Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada emiten-emiten dan layak disimak oleh investor sebelum perdagangan hari ini, Kamis (11/4/2019), dibuka.


1. Traveloka Beri Sinyal IPO
Bursa Efek Indonesia menyatakan, perusahaan rintisan dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau unicorn, Traveloka berminat mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO).

Hal itu diungkapkan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna. Pihaknya menyebut telah berdiskusi dengan Traveloka terkait rencana startup itu menjadi perusahaan publik.

"Saya sempat diskusi dengan salah satu unicorn, intinya mereka tertarik untuk go public di bursa kita," kata Nyoman, kepada awak media saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Sufintri Rahayu, PR Director Traveloka tak menampik kebenaran kabar tersebut. Menurut dia, IPO adalah aksi korporasi yang positif untuk dilakukan perusahaan. Hanya saja, saat ini pihaknya baru dalam tahap menjajaki peluang menjadi perusahaan publik.


2. Semen Indonesia akan Terbitkan Obligasi Rp 5 T
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berniat menerbitkan obligasi berkelanjutan (shelf registration) I/tahap II senilai Rp 5 triliun.

Tiga orang pelaku pasar yang mengetahui rencana penerbitan tersebut mengatakan perseroan sudah menunjuk lima perusahaan sebagai penjamin emisi penerbitan efek utang tersebut, yang kemungkinan besar akan ditawarkan pada pertengahan Mei.

"Penjamin emisinya PT BNI Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas," ujar salah seorang pelaku pasar obligasi.

Seorang pelaku pasar lain menduga dana dari penerbitan obligasi induk usaha semen BUMN itu juga akan digunakan untuk menutup dana akuisisi PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang sekarang sudah berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.


3. Laba Naik Tajam, PP Presisi Bagikan Dividen Rp 97,9 M
PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencapai Rp 97,9 miliar atau 30% dari laba bersih yang diperoleh perusahaan tahun lalu.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan nantinya pemegang saham akan menerima dividen senilai Rp 9,58/saham.

"Setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sejumlah Rp 9,58/saham, meningkat sebesar 73,6% dari Rp 5,52/saham tahun lalu sebagai wujud komitmen kami untuk meningkatkan shareholder value," kata Benny di Graha Subyanto, Rabu (10/4).


4. PP Properti Garap 3 Apartemen Rp 1,2 T
PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menggarap tiga proyek apartemen baru dengan nilai mencapai Rp 1,2 triliun pada tahun ini. Ketiga apartemen baru ini berlokasi di Cibubur, Surabaya, dan Yogyakarta.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan pembangunan apartemen dilakukan dengan strategi menggandeng pihak ketiga sehingga biaya pembangunan bisa ditekan. Salah satu biaya yang bisa diefisienkan yakni biaya penambahan lahan.

"Untuk di Yogyakarta nanti akan bekerjasama dengan koperasi dari universitas di wilayah Babarsari, ini untuk pembangunan tower keduanya," kata Taufik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Graha Subyanto, Jakarta, Rabu (10/4/2019).


5. Laba Naik 24% Tahun Lalu, Sido Muncul Bagi Dividen Rp 531 M
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengumumkan akan membagikan dividen hingga Rp 531,08 miliar atau setara Rp 36/unit saham. Pemberitahuan ini merupakan hasil keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Total dividen yang dibagikan diambil dari 80% perolehan laba bersih perusahaan di tahun 2018 yang sebesar Rp 663,85 miliar. Jika perusahaan mendistribusikan semua laba bersihnya sebagai dividen, maka investor akan mengantongi Rp 44,6/unit saham.

Lebih lanjut, jika dirinci, dividen yang akan didistribusikan SIDO berupa dividen interim sebesar Rp 223,27 miliar atau setara Rp 15/unit saham dan dividen tunai sejumlah Rp 312,57 miliar atau setara Rp 21/unit saham. Pembayaran dividen tunai rencananya akan dilangsungkan tanggal 2 Mei 2019.


6. BRI Akan Terbitkan Obligasi Rp 6 T
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana menerbitkan obligasi dalam rupiah melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahun ini. Tahap I dari penerbitan obligasi ini akan dilakukan semester 2 tahun senilai Rp 6 triliun.

"Kira-kira nanti di semester dua yang jelas ya, bukan di semester ini. Sekitar Rp6 triliun. Kadang-kadang bukan jumlahnya yang penting tapi timing," kata Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo di Gedung BEI, Rabu (10/4/2019).

Obligasi dalam PUB I ini memiliki total nilai Rp20 triliun. Obligasi akan diterbitkan secara bertahap selama tiga tahun. Akhir Maret lalu, BRI sudah menerbitkan green bond sebesar US$500 juta bertenor 5 tahun dengan coupon rate 3,95% yang dibayar semi-annually. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading