Hasil Rekalibrasi, Fitch Revisi Peringkat 8 Perusahaan

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
05 April 2019 14:39
Hasil Rekalibrasi, Fitch Revisi Peringkat 8 Perusahaan
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat global asal Amerika Serikat (AS), Fitch Ratings akhir Maret menyampaikan hasil kalibrasi ulang (recalibration) peringat surat utang jangka panjang delapan lembaga keuangan Indonesia.

Rekalibrasi dilakukan demi memberi cerminan lebih baik terhadap perubahan kelayakan kredit relatif di antara penerbit utang asal Indonesia, setelah Fitch Ratings meningkatkan peringkat utang pemerintah menjadi BBB dari BBB- pada 20 Desember 2017.

Fitch kemudian merevisi peringkat surat utang jangka panjang nasional PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dari sebelumnya AA- (idn) menjadi A + (idn). Adapun, program utang direvisi menjadi F1 dari sebelumnya F1 +.

"Pandangan kami bahwa perusahaan bergantung pada sumber pendanaan wholeshale seperti obligasi, mirip dengan perusahaan pembiayaan dan leasing lainnya di Indonesia," tulis Fitch Rating.


Selain itu, Fitch juga merevisi peringkat surat utang jangka pendek nasional pada PT Astra Sedaya Finance (ASF) dan BFI Finance karena kedua perusahaan tersebut tidak berniat untuk menerbitkan instrumen jangka pendek. Berikut rincian revisi Rating Fitch:

Astra Sedaya Finance (ASF)
Peringkat jangka panjang nasional direvisi menjadi 'AA + (idn)' dari sebelumnya 'AAA (idn) dengan Outlook Stabil. Adapun, peringkat jangka pendek nasional ditegaskan layak investasi di di 'F1 + (idn)'.

Untuk peringkat jangka panjang nasional pada program obligasi senior dan tahapan di bawah program direvisi menjadi AA + (idn) dari sebelumnya AAA (idn). Sedangkan, peringkat jangka pendek nasional ditetapkan layak investasi atau F1 + (idn) pada program obligasi senior.

PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS)
Peringkat jangka panjang nasional direvisi menjadi AA (idn) dari sebelumnya AA + (idn) dengan outlook Stabil. Peringkat jangka pendek nasional ditegaskan di F1 + (idn) atau layak investasi. Sedangkan, peringkat sukuk subordinasi nasional direvisi menjadi A (idn) dari sebelumnya dari A + (idn).


PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Fitch merevisi peringkat jangka panjang nasional BMRI menjadi AA + (idn) dari sebelumnya AAA (idn) dengan outlook Stabil. Peringkat jangka pendek nasional ditegaskan di F1 + (idn), atau layak investasi.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
Peringkat Jangka Panjang Nasional direvisi menjadi A + (idn) dari AA- (idn) dengan outlook Stabil.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Peringkat jangka panjang nasional direvisi menjadi AA + (idn) dari sebelumnya AAA (idn) dengan Outlook Stabil. Peringkat jangka pendek nasional ditegaskan di F1 + (idn).

PT BFI Finance Tbk (BFIN)
Peringkat jangka panjang nasional direvisi menjadi A + (idn) dari peringkat sebelumnya AA- (idn) dengan outlook Stabil. Peringkat jangka pendek nasional diturunkan menjadi F1 (idn) dari sebelumnya F1 + (idn).

Untuk peringkat jangka panjang nasional pada program obligasi senior dan tahapan di bawah program direvisi menjadi A + (idn) dari AA- (idn) dan peringkat jangka pendek nasional untuk program obligasi senior diturunkan ke F1 (idn) dari sebelumnya F1 + (idn).

PT Federal International Finance (FIF)
Peringkat jangka panjang nasional direvisi menjadi AA + (idn) dari sebelumnya AAA (idn) dengan outlook stabil. Adapun, peringkat jangka pendek nasional ditegaskan di F1 + (idn) atau layak investasi, sedangkan, program obligasi senior tanpa jaminan Rupiah dan tahapan dalam program direvisi menjadi AA + (idn) dari sebelumnya AAA (idn).

PT Mandiri Tunas Finance (MTF)
Peringkat jangka panjang nasional direvisi menjadi AA- (idn) dari sebelumnya AA (idn) dengan outlook stabil. Peringkat jangka pendek nasional ditegaskan di F1 + (idn) atau layak investasi.

Pada Februari lalu, Fitch Ratings sudah menyampaikan akan mengalibrasi ulang (rekalibrasi) skala peringkat nasional Indonesia yang dapat mengurangi jumlah emiten korporasi domestik yang berperingkat AAA(idn).

"Kami memprediksi adanya penurunan jumlah emiten efek utang berperingkat AAA(idn) setelah rekalibrasi selesai, yang diprediksi rampung pada akhir Februari, sebagai hasil dari perubahan peringkat kredit di Indonesia," ujar Direktur PT Fitch Ratings Indonesia Eddy Hanbali dalam risetnya kutip Reuters  Senin (4/2/19). 

Peringkat berskala nasional dibuat Fitch Ratings untuk menunjukkan risiko dari penerbit efek utang di pasar tertentu guna membantu investor lokal membedakan risiko. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading