Jelang Pemilu, Amankah Bermain Saham?

Market - Anthony Kevin & Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
05 April 2019 14:50
Jelang Pemilu, Amankah Bermain Saham?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kurang dari 2 minggu, Indonesia akan menggelar pesta politik terbesar yang pernah ada di Bumi Pertiwi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemilihan presiden dan para anggota legislatif akan dilakukan serentak, yakni pada tanggal 17 April.

Pada pemilu 2019, akan dipilih sepasang presiden dan wakil presiden, 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPR Provinsi, dan 17.610 anggota DPRD Kota/Kabupaten.

Banyak yang mengatakan bahwa tahun pemilu membuat pelaku pasar saham bermain aman sehingga volume transaksi akan menjadi menipis. Namun ternyata, data yang ada menunjukkan bahwa bukan itu yang terjadi.

Dalam 3 pemilu terakhir (2004, 2009, dan 2014), rata-rata volume transaksi harian di pasar saham tanah air justru cenderung meningkat secara signifikan.


Pada tahun 2004, berdasarkan data yang kami himpun dari Refinitiv, rata-rata volume transaksi harian di pasar saham adalah sejumlah 1,38 miliar unit atau meroket hingga 83,9% dibandingkan rata-rata volume transaksi harian tahun 2003. Pada tahun 2009, rata-rata volume transaksi harian melejit hingga 131,8%.

Barulah pada tahun 2014, rata-rata volume transaksi harian jatuh, walaupun tak besar yakni 11,3% saja.


Sebuah catatan penting bagi investor, kenaikan rata-rata volume transaksi yang begitu signifikan pada tahun 2004 dan 2009 diikuti dengan kenaikan yang signifikan juga pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada tahun 2004, IHSG melejit hingga 44,6%. Kala itu, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Muhammad Jusuf Kalla memenangkan pertarungan melawan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.

Pada tahun 2009, IHSG meroket hingga 87%. Pada pertarungan tahun 2009, SBY berhasil mempertahankan posisi RI-1, namun dengan wakil yang berbeda. Ia didampingi oleh Boediono yang sebelumnya menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI). SBY-Boediono berhasil mengalahkan 2 pasangan calon yakni Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Beralih ke tahun 2014, sekalipun rata-rata volume transaksi harian jatuh, IHSG berhasil melejit 22,3%. Kala itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berhasil menempati tahta kepemimpinan tertinggi di Indonesia dengan menggandeng Jusuf Kalla sebagai wakilnya.

2019 Bagaimana?
Sepanjang 2019, tren kenaikan rata-rata volume transaksi harian yang biasanya terjadi di tahun pemilu ternyata kembali terulang. Sepanjang tahun ini (hingga perdagangan tanggal 4 April), rata-rata volume transaksi harian adalah sejumlah 9,81 miliar unit atau meningkat 38,4% dibandingkan tahun 2018.

Sementara itu, IHSG menguat sebesar 4,85% sepanjang tahun ini.

Jadi, anggapan bahwa tahun pemilu membuat pelaku pasar saham bermain aman adalah suatu pemahaman yang belum tentu benar. Selain imbal hasil yang terbilang sangat oke di tahun pemilu, kenaikan IHSG juga didukung oleh kenaikan rata-rata volume transaksi harian yang signifikan.


Citi Bicara Soal Minat Pemodal Asing Masuk Indonesia
[Gambas:Video CNBC]

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading