Perhatian: Laba SMGR Melonjak, JPFA Genjot Produksi Ayam

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
04 April 2019 07:41
Perhatian: Laba SMGR Melonjak, JPFA Genjot Produksi Ayam
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (2/4/2019) ditutup di zona hijau dan menguat 0,36% di level 6.476,07.

Kinerja IHSG kompak dengan kinerja mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona hijau: indeks Straits Times naik 0,74%, indeks Kospi naik 0,41%, indeks Hang Seng naik 0,21%, indeks Shanghai naik 0,2%, namun indeks Nikkei terkoreksi tipis 0,02%.



Selain itu, masih banyak emiten yang merilis hasil kinerja untuk tahun buku 2018. Beberapa di antaranya masih mencatatkan rugi bersih, namun ada juga yang mengalami pertumbuhan laba yang signifikan. Berikut kinerja emiten yang dirangkum CNBC Indonesia, Kamis (4/4/2019).



1. Wow! Naik 89,96%, SMGR Bukukan Laba Rp 3,08 T
Emiten produsen semen terbesar Indonesia yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membukukan laba bersih sebesar Rp 3,08 triliun pada tahun 2018, naik 86,96% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,65 triliun.

Selaras dengan naiknya laba bersih perusahaan, nilai laba per saham Semen Indonesia naik menjadi Rp 519 per saham dari sebelumnya Rp 273 per saham.


2. Masih Merugi Rp 1 T, Ini Penekan Kinerja Krakatau Steel
Emiten baja milik pemerintah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) masih mencatatkan kerugian hingga US$ 74,81 juta atau setara dengan Rp 1,06 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$) tahun lalu, meski berkurang dari kerugian tahun 2017 yang mencapai US$ 81,74 juta (Rp 1,16 triliun).

Data laporan keuangan KRAS menunjukkan, kerugian itu masih dicatatkan di tengah pendapatan perusahaan yang berhasil naik 20% menjadi menjadi US$ 1,73 miliar (Rp 24,70 triliun), naik tahun sebelumnya dari US$ 1,44 miliar (Rp 20,57 triliun).


3. Mantab! Laba NFC Indonesia Meroket 24 Kali Lipat
Emiten yang bergerak di bidang layanan digital, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) membukukan laba bersih sebesar Rp 15,76 miliar pada akhir 2018, atau meroket 24 kali lipat (24.141%) dari capaian tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 64,82 juta.

Laporan keuangan NFCX menunjukkan, melesatnya laba bersih sepanjang tahun lalu juga berimbas pada nilai laba per saham yang naik menjadi Rp 72,22 dari tahun 2017 yang hanya Rp 4,67/saham.


4. Laba M Cash Meroket Jadi Rp 227,79 M
PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) tahun lalu mencatatkan pertumbuhan laba bersih signifikan. Laba bersih tumbuh 2.798,09% menjadi Rp 227,79 miliar di akhir tahun lalu dibandingkan dengan laba bersih di akhir 2017 yang nilainya sebesar Rp 7,86 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan tahun lalu pendapatan tumbuh signifikan mencapai 139,33% secara year on year (YoY). Tumbuh menjadi Rp 6,35 triliun di akhir tahun lalu, naik dari Rp 2,65 triliun.


5. Akhirnya Cetak Laba, Tapi Vale Belum Mau Bagi Dividen
Emiten produsen nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa ini (2/4/2019).

Dalam RUPST yang berlangsung di Financial Hall, CIMB Niaga, pemegang saham Vale menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2018.

Selain itu, RUPST juga memutuskan tidak membagikan dividen pada tahun ini. Hal itu lantaran mempertimbangkan kondisi kas perusahaan. Ini adalah kali kedua, Vale kembali tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.


6. Genjot Produksi Ayam, JPFA akan Bangun 10 Silo & 3 Corndryer
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) akan menambah 10 jumlah tempat penyimpanan jagung (silo) dan tiga fasilitas pengering (corndryer) tahun ini. Penambahan fasilitas tersebut menunjang produksi pakan ternak.

SVP Financial Controler Erwin Djohan mengatakan untuk pembangunan tersebut perusahaan telah mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 3 triliun. Pembiayaan berasal dari kas internal dan fasilitas pinjaman dari bank.


7. Teken Perjanjian, GMF Layani Perbaikan Komponen Airbus
PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) menandatangani perjanjian kerja sama perawatan komponen untuk sejumlah tipe pesawat dengan Airbus. Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ini sekaligus ditunjuk Airbus sebagai penyedia layanan perbaikan beberapa komponen pesawat Airbus.


8. Bayan Resources Raih Kredit Rp 426 M dari Sumitomo Mitsui
Emiten pertambangan batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) meraih fasilitas kredit sebesar US$ 30 juta atau setara dengan Rp 426 miliar (asumsi kurs Rp 14.200/US$) dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch.

Fasilitas kredit ini diperoleh Bayan pada 29 Maret 2019 dengan jangka waktu hingga 19 Februari 2021 dan jatuh tempo pada 19 Maret 2022.


9. Tak Ada Pendapatan di Kuartal IV, Saham BRMS Disuspensi
Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mulai perdagangan sesi I hari ini, Selasa (2/4/2019).

Langkah suspensi ini dilakukan setelah BEI melihat bahwa perseroan tidak membukukan pendapatan usaha sejak 1 Oktober 2018 sampai 31 Desember 2018. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading