Mantab! Laba NFC Indonesia Meroket 24 Kali Lipat

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
02 April 2019 18:04
PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) membukukan laba bersih sebesar Rp 15,76 miliar pada akhir 2018, atau meroket 24 kali lipat.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten yang bergerak di bidang layanan digital, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) membukukan laba bersih sebesar Rp 15,76 miliar pada akhir 2018, atau meroket 24 kali lipat (24.141%) dari capaian tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 64,82 juta.

Laporan keuangan NFCX menunjukkan, melesatnya laba bersih sepanjang tahun lalu juga berimbas pada nilai laba per saham yang naik menjadi Rp 72,22 dari tahun 2017 yang hanya Rp 4,67/saham.

Tahun lalu, anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) ini mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,5 triliun, naik 89,4% dari tahun sebelumnya Rp 1,31 triliun.


Selain ditopang kenaikan penjualan, laba perusahaan juga didorong keuntungan lain yang bersumber dari laba selisih kurs Rp 634 juta, pendapatan bunga deposito Rp 4,78 miliar, dan keuntungan pembelian dengan diskon Rp 7,22 miliar.


Beban pokok penjualan perusahaan juga naik signifikan, yakni 87,14% menjadi Rp 2,44 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,30 triliun.  Beban usaha naik menjadi Rp 26,80 miliar dari Rp 4,12 miliar, di mana pos beban umum dan administrasi menyumbang paling besar, yakni Rp 21,06 miliar, melonjak 616% dari tahun sebelumnya Rp 2,94 miliar.

Total aset tercatat meningkat menjadi Rp 521,61 miliar dari Rp 47,32 miliar, liabilitas naik menjadi Rp 108,98 miliar dari Rp 19,89 miliar. 


Belum lama ini, anak usaha perseroan, PT Teknologi Komunikasi Indonesia, menandatangani kerja sama strategis dengan salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, PT Indosat Tbk (ISAT) guna memperkuat jajaran produk digital.

Bisnis utama NFCX saat ini adalah yakni phone credit exchange yang merupakan platform market place pulsa digital dan Oona TV atau layanan streaming TV digital. Perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 12 Juli 2018.

Per Desember 2018, pemegang terbesar perusahaan yakni PT Kresna Jubileum Indonesia 26,25%, PT Nusantara Teknologi Perkasa 18,75%, MCAS 15%, dan PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) 7,50%.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading