Ada Pasar Bebas, Sritex Bidik Pasar Australia

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
29 March 2019 17:40
Ada Pasar Bebas, Sritex Bidik Pasar Australia
Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan market leader industri tekstil tanah air, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau lebih dikenal Sritex, meningkat tajam sebesar 36,16% jika dibandingkan tahun 2017.

Penjualan perusahaan berhasil tumbuh dari US$ 759,35 juta menjadi US$ 1,03 miliar. Terlebih lagi, penjualan ekspor perusahaan masih dapat tumbuh 54,04% YoY ke level US$ 623,67 juta di tengah situasi perekonomian global yang tidak menentu dan kisruh dagang AS-China.

Sayangnya, meski penjualan Sritex meningkat tajam, marjin bersih perusahaan malah terkoreksi tipis ke level 8,18% dari sebelumnya di tahun 2017 sebesar 8,74%.

Alhasil, Sritex hanya mampu membukukan laba bersih sebesar US$ 84,556 juta.


Melansir siaran pers Sritex, Direktur Keuangan Allan Moran Severino mengatakan bahwa ke depan perusahaan akan memperluas pangsa pasar globalnya dengan menargetkan proporsi ekspor di kisaran 58-60% dari yang sebelumnya 56-58%.

Target ini sangat mungkin dicapai perusahaan, terutama untuk pangsa pasar Australia.

Pasalnya Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif antara Indonesia-Australia (IA-CEPA) akan memudahkan Sritex untuk bersaing pada level yang sama dengan produk negara Asean.

Sebelumnya, produk tekstil yang di-eskpor ke Australia akan dikenakan biaya tarif impor sebesar 5%. Dengan diberlakukannya IA-CEPA, maka secara bertahan produk tekstil tanah akan mendapatkan pembebasan tarif sepenuhnya, sehingga dapat bekompetisi dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang sebelumnya sudah mendapatkan pembebasan tarif.

Sebagai informasi, berdasar laporan keuangan perusahaan tahun 2018, penjualan ekspor ke Australia baru sebesar US$ 1,6 juta atau setara dengan 0,16% dari total penjualan. Jadi Australia merupakan salah satu destinasi ekspor yang belum sepenuhnya digarap oleh Sritex.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading