Komoditas Ekspor RI: Tahun Lalu Berkah, Tahun Ini Bencana?

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
27 March 2019 13:31
Komoditas Ekspor RI: Tahun Lalu Berkah, Tahun Ini Bencana?
Jakarta, CNBC Indonesia - Jatuhnya harga komoditas bukan kabar baik bagi perekonomian Indonesia, khususnya dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sepanjang tahun lalu, realiasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mayoritasnya berasal dari komoditas cukup menggeliat, tak lepas dari berkah tingginya harga komoditas.

Realisasi PNBP sepanjang tahun lalu mencapai Rp 407,1 triliun, melesat tinggi dibandingkan target yang dipatok dalam kas keuangan negara 2018 sebesar Rp 275,6 triliun.


Namun, situasi tersebut berbalik arah tahun ini. Sejumlah harga komoditas, khususnya yang menjadi andalan Indonesia dalam beberapa bulan terakhir menukik turun.

Komoditas Ekspor RI: Tahun Lalu Berkah, Tahun Ini Bencana?* Keterangan : Harga Sampai 1 Maret 2019


Bahkan, pelemahan harga komoditas mulai dirasakan terhadap sejumlah pos penerimaan negara. Data APBN KiTa edisi Februari menunjukkan, realisasi PNBP baru mencapai Rp 39,91 triliun atau 10,9% dari target.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak memungkri bahwa pengelolaan kas keuangan negara makin berat tiap tahunnya, lantaran beragam ketidakpastian yang terjadi di global.

"Kalau berat, tiap tahun berat. Tapi kita kan selalu mengelola APBN tidak melihat per minggu atau per bulan. Kita lihat proyeksi seluruh tahun," kata Sri Mulyani di gedung Badan Pemerika Keuangan (BPK), Rabu (27/3/2019).

Dalam publikasi Bank Indonesia (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter edisi Maret 2019, menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas terjun bebas.




Mulai dari alumunium, kopi, nikel, tembaga, sampai dengan CPO. Jatuhnya harga komoditas tersebut, tak lepas dari menurunnya permintaan dari global.

Sri Mulyani pun memahami kondisi tersebut. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memastikan akan tetap menjaga pengelolaan keuangan negara sesuai koridornya.

"Kita akan lihat mana pos-pos yang terpengaruh langsung, dan bagaimana pengaruhnya entah dari sisi penerimaan dan belanja. Secara keseluruhan, kita akan jaga defisit di 1,84% sesuai target," tegasnya.





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading