Banyak Jual Tanah, Laba Pakuwon Jati Melesat 36%

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
26 March 2019 14:02
Perusahaan akhirnya juga mengantongi marjin yang lebih tinggi di tahun 2018 yaitu sebesar 35,91%.
Jakarta, CNBC IndonesiaPT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tahun lalu membukukan pertumbuhan laba bersih yang fantastis melesat 35,78% year-on-year (YoY) menjadi Rp 2,54 triliun dari yang sebelumnya Rp 1,87 triliun.

Ini sungguh pencapaian yang memuaskan. Pasalnya laba bersih PWON tahun 2017 hanya berhasil tumbuh 12,09% YoY.

Perusahaan akhirnya juga mengantongi marjin yang lebih tinggi di tahun 2018 yaitu sebesar 35,91%.

Berdasar rilis laporan keuangan perusahaan 2018, peningkatan ini sejati-nya bukan hanya disokong oleh pertumbuhan penjualan, tetapi juga penurunan biaya yang dikeluarkan pada pos beban penjualan, beban keuangan, dan beban pajak.


Tahun 2018, mayoritas pos pendapatan (top line) perusahaan tumbuh dan meningkat sebesar 23,16% YoY menjadi Rp 7.08 triliun dari tahun 2017 yang hanya Rp 5,75 triliun.

Pertumbuhan paling signifikan ditorehkan pos penjualan tanah yang meroket 76,85% YoY menjadi Rp1,39 triliun. Selain itu, kinerja top line PWON juga didorong oleh pendapatan bersih dari bisnis sewa dan jasa pemeliharaan, hotel hingga kondominium serta kantor, yang jika ditotal menyumbangkan sekitar 70% pendapatan.

Rincian-nya, pendapatan dari bisnis sewa dan jasa pemeliharaan tumbuh 15,08% YoY menjadi Rp 2,31 triliun. Dilanjutkan oleh penjualan kondominium dan kantor senilai Rp 2,22 triliun atau meningkat 12,47% YoY. Sedangkan pendapatan hotel naik 23,27% YoY menjadi Ro 469,97 miliar.

Lebih lanjut, melesat-nya laba PWON juga didukung oleh penurunan pada pos beban perusahaan.

Tahun 2018, beban keuangan perusahaan anjlok 18,69% YoY menjadi hanya Rp 273,45 miliar, akibat menurunnya jumlah kewajiban bunga yang harus dibayarkan atas obligasi dan pinjaman bank yang dimiliki perusahaan.

Selain itu, jumlah acara yang diselenggarakan yang lebih sedikit dan distribusi komisi yang lebih kecil di tahun 2018 juga meringankan pos beban penjualan perusahaan menjadi hanya Rp 217,26 miliar dari sebelumnya Rp 224,39 miliar.

Dengan demikian, bisa disimpulkan tahun lalu produktifitas perusahaan meningkat karena tidak hanya perusahaan berhasil meningkatkan penjualan, tapi PWON juga berhasil bertindak lebih efisien.

Pelaku pasar pun sepertinya mengapresiasi kinerja perusahaan. Pasalnya, setelah rilis laporan keuangan tahun 2018, harga saham PWON berhasil 4,44% menjadi Rp 705/unit saham. Investor asing pun juga menorehkan aksi beli bersih hingga Rp 8,92 miliar dan membuat emiten PWON masuk dalam list Top 10 Buy investor asing hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading