Kabar Resesi AS Berlalu, Harga Emas Kembali Meredup

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
26 March 2019 09:34
Kabar Resesi AS Berlalu, Harga Emas Kembali Meredup
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas global pada perdagangan Selasa (26/3/2019) pagi ini kembali mengarah ke bawah seiring dengan naiknya keberanian investor memburu investasi berisiko tinggi.

Hingga pukul 09:00 WIB, harga emas kontrak April di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) turun sebesar 0,11% ke posisi US$ 1.321,1/troy ounce, setelah menguat 0,78% pada perdagangan Senin kemarin (25/3/2019)

Adapun harga emas di pasar spot juga terkoreksi 0,04% ke posisi US$ 1.321,31/troy ounce, setelah terangkat 0,66% kemarin.


Selama sepekan harga emas di bursa COMEX dan spot menguat masing-masing sebesar 1,12% dan 1,15% secara point-to-point, sedangkan sejak awal tahun rata-rata kenaikan harga keduanya sebesar 3,06%.



Penguatan harga emas kemarin didorong oleh ancaman resesi yang melanda Amerika Serikat (AS). Itu terjadi lantaran telah terjadi inversi pada yield (imbal hasil) obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 3 bulan dan tenor 10 tahun. Inversi terjadi ketika yield obligasi tenor 3 bulan lebih tinggi ketimbang tenor 10 tahun, padahal normalnya terjadi sebaliknya.


Artinya, investor melihat adanya risiko yang lebih tinggi dalam jangka pendek, yang membuat permintaan 'jaminan' pada obligasi lebih besar.

Dalam kondisi penuh risiko seperti itu, investor semakin enggan untuk berinvestasi pada aset-aset berisiko. Emas pun dilirik karena fluktuasi nilainya relatif lebih stabil.

Namun berangsur-angsur kekhawatiran investor mulai pudar. Kemarin, indeks iklim bisnis Jerman periode Maret dibacakan di posisi 99,6. Meskipun masih di bawah 100, yang menunjukkan adanya pesimisme pelaku usaha, tapi nilainya meningkat dibanding bulan sebelumnya.

Bahkan ini kali pertama indeks tersebut naik secara bulanan sejak Agustus 2018. Artinya iklim usaha di negeri nomor satu di Eropa tersebut mulai membaik.

Ini membuat risk appetite pelaku pasar kembali membuncah. Emas yang memiliki imbal hasil investasi yang relatif kecil pun kehilangan daya tarik.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(taa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading