IHSG Anjlok, Saham COCO Meroket Lagi 25%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
25 March 2019 10:53
Saham emiten produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), langsung melesat 24,76% pada perdagangan sesi I, Senin.
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), langsung melesat 24,76% pada perdagangan sesi I, Senin (25/3/2019) di level Rp 655/saham. Perseroan baru mencatatkan saham perdana di BEI pada Rabu 20 Maret lalu.

Pada perdagangan pukul 10.44 WIB, saham COCO melesat 24,76% dengan nilai transaksi Rp 8,61 miliar dan volume perdagangan 13,41 juta saham.

Saham COCO sudah meroket 231% menjadi Rp 655/saham dari harga perdana Rp 198/saham. Hingga kini belum ada sentimen berarti setelah perusahaan mengumumkan target bisnis 2019.



Pada saat pencatatan perdana di BEI, 20 Maret lalu, saham COCO juga langsung meroket hingga 69,70% di level Rp 336/saham dari harga perdana Rp 198/saham. Ketika itu, saham perusahaan kakao ini masuk auto rejection atau batas persentase naik turun harga suatu saham dalam 1 hari perdagangan bursa yakni 35%.

Saham COCO resmi dicatatkan di papan pengembangan BEI dan menjadi emiten ke 7 tahun ini dan ke-625 di BEI. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 333 miliar, melonjak dari Rabu pekan lalu sebesar Rp 170,69 miliar.

Perusahaan melepas 168 juta saham ke publik dengan harga perdana Rp 198/saham dan meraih dana initial public offering (IPO) mencapai Rp 33,26 miliar. Dana IPO akan digunakan untuk belanda modal membeli lahan 23,03%, membangun pabrik 15,81%, dan untuk pembelian mesin baru 61,16%.

Perseroan juga merilis waran dengan harga pelaksanaan Rp 400/saham dengan periode transaksi 20 Maret 2019-16 Maret 2022.

Tahun ini, COCO menargetkan pertumbuhan laba bersih pada 2021 bisa naik hingga tiga kali lipat dan penjualan tumbuh 80% dibandingkan dengan target tahun ini.

Proyeksi peningkatan yang signifikan itu didorong oleh kenaikan penjualan dan produksi setelah beroperasinya pabrik baru pada 2021.

Tahun ini, COCO membidik pendapatan bisa mencapai Rp 200 miliar dengan laba bersih sekitar Rp 4 miliar. Sebagai perbandingan, pendapatan per September 2018 naik 5,24% menjadi Rp 115,08 miliar dari September 2017 sebesar Rp 109,35 miliar. Laba juga naik 68% menjadi Rp 2,51 miliar dari Rp 1,49 miliar.

Simak rencana bisnis Wahana Interfood bersama Direktur, Reinald Siswanto.
[Gambas:Video CNBC]


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading