BI Yakin Kredit Bank Tumbuh Tinggi, Ini Sebabnya

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
21 March 2019 14:58
BI Yakin Kredit Bank Tumbuh Tinggi, Ini Sebabnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan masih bisa membaik. Dari proyeksi pertumbuhan 10-12% untuk 2019, bank sentral memperkirakan akan berada di batas atas.

"Bank-bank secara keseluruhan punya kecukupan likuiditas untuk menyalurkan kredit. Pemantauan kami, bank-bank BUKU 4 itu cukup tetapi BUKU I dan 2 harus tingkatkan funding untuk menyalurkan kredit," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, saat konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

BI, lanjut Perry, akan memastikan likuiditas cukup untuk penyaluran kredit. Caranya adalah memperluas dan memperbanyak lelang term repo, swap valas, dan sebagainya. 
Selain itu, BI juga menaikkan batas Rasio Intermediasi Perbankan (RIM) dari 80-92% menjadi 84-94%. Artinya, bank-bank dengan likuiditas yang sudah 'sebatas leher' bisa lebih banyak menyalurkan kredit. RIM adalah perluasan dari Loan to Deposit Ratio (LDR) dengan memasukkan surat-surat berharga.


"Dengan kenaikan RIM, bank-bank punya ruang untuk menyalurkan kredit. Kalau 80% kan rendah, kita push, kita dorong salurkan kredit. Itu pemikirannya," kata Perry.

Dengan kenaikan RIM, demikian Perry, bank-bank akan punya likuiditas yang cukup untuk menyalurkan kredit. "Itulah mengapa kami memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini mendekati batas atas 10-12%," tegasnya.

Erwin Rijanto, Deputi Gubernur BI, menambahkan bahwa saat ini ada 21 bank dengan RIM di bawah 80% dan 37 bank dengan RIM 80-92%. Bank-bank inilah yang ingin didorong untuk menyalurkan kredit.

"Kalau yang di bawah 80% itu naik, maka penyaluran kredit akan naik Rp 36 triliun. Itulah mengapa pertumbuhan kredit akhir tahun ini bisa mendekati batas atas," kata Erwin.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading