Setelah Hawkish Terbitlah Dovish, Ini Pernyataan Lengkap Fed

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
21 March 2019 10:37
The Federal Reserve secara tiba-tiba mengakhiri siklus kenaikan suku bunga yang telah berlangsung sejak tiga tahun lalu, pada Rabu (20/3/2019).
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve secara tiba-tiba mengakhiri siklus kenaikan suku bunga yang telah berlangsung sejak tiga tahun lalu, pada Rabu (20/3/2019).

Sikap The Fed itu mengabaikan proyeksi dua kali kenaikan yang dibuat Desember lalu di tengah tanda-tanda pelemahan ekonomi AS yang kian mengemuka.

Setelah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, angka pengangguran, dan inflasi, rapat penentuan kebijakan The Fed, FOMC [Federal Open Market Comittee], memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 2,25% hingga 2,5%.


Ini menjadi tahun pertama sejak 2015 The Fed tidak menaikkan suku bunga acuan. Menurut Powell, sekarang memang saat yang tepat untuk bersabar.



"Mungkin perlu waktu untuk melihat bagaimana kondisi ketenagakerjaan dan inflasi bisa mempengaruhi perubahan kebijakan moneter. Kami akan bersabar, artinya tidak perlu buru-buru untuk mengambil keputusan," kata Powell dalam konferensi pers usai rapat, mengutip Reuters.

Selain itu, para pembuat kebijakan juga mengatakan level tersebut sepertinya akan dipertahankan paling tidak sepanjang tahun ini, dilansir dari Reuters.
Berikut pernyataan lengkap the Fed dalam rilis resminya:

Informasi yang diterima sejak pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada bulan Januari menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat, tetapi pertumbuhan kegiatan ekonomi telah melambat dari tingkat yang solid di kuartal keempat.

Upah pekerja sedikit berubah pada bulan Februari, tetapi angka pekerja telah solid, di tingkat rata-rata, dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran tetap rendah.

Indikator terbaru menunjukkan ada perlambatan pertumbuhan dalam belanja rumah tangga dan investasi tetap bisnis di kuartal pertama. Pada tempo 12 bulan, inflasi keseluruhan telah menurun, yang sebagian besar diakibatkan oleh turunnya harga energi, namun inflasi untuk barang-barang selain makanan dan energi tetap di kisaran 2%.

Mengenai keseimbangan, langkah-langkah kompensasi inflasi berbasis pasar tetap rendah dalam beberapa bulan terakhir, dan langkah-langkah berdasarkan ekspektasi inflasi jangka panjang sedikit berubah.

Konsisten dengan mandat hukumnya, Komite berupaya untuk mendorong lapangan kerja semaksimal mungkin dan menjaga stabilitas harga. Untuk mendukung tujuan-tujuan ini, Komite memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk tingkat suku bunga federal (FFR) di 2,25% hingga 2,5%.

Komite terus melihat ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi di kisaran target 2% yang simetris dari Komite, sebagai hasil yang paling mungkin. Mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global dan tekanan inflasi yang berkurang, Komite akan bersabar karena sedang berusaha menentukan penyesuaian apa yang tepat sehingga tingkat suku bunga federal dapat mendukung untuk mencapai kisaran target di masa depan.

Dalam menentukan waktu dan ukuran penyesuaian masa depan ke kisaran target untuk FFR, Komite akan menilai kondisi ekonomi yang direalisasikan dan yang diharapkan relatif terhadap sasaran ketenagakerjaan maksimum dan sasaran inflasi 2% yang simetris. Penilaian ini akan mempertimbangkan berbagai informasi, termasuk ukuran kondisi pasar tenaga kerja, indikator tekanan inflasi dan ekspektasi inflasi, dan pembacaan tentang perkembangan keuangan dan internasional.

Voting untuk tindakan kebijakan moneter FOMC dilakukan oleh: Jerome H. Powell, Ketua; John C. Williams, Wakil Ketua; Michelle W. Bowman; Lael Brainard; James Bullard; Richard H. Clarida; Charles L. Evans; Esther L. George; Randal K. Quarles; dan Eric S. Rosengren.




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading