The Fed Makin Kalem, Harga Emas Terus Meroket

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
21 March 2019 09:57
The Fed Makin Kalem, Harga Emas Terus Meroket
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia pada perdagangan Kamis pagi ini (21/3/2019) terus meroket.

Hingga pukul 09:30 WIB, harga emas kontrak April di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) melesat sebesar 1,22% ke posisi US$ 1.317,6/troy ounce, setelah melemah 0,37% kemarin.

Adapun harga emas di pasar spot juga naik 0,45% ke posisi US$ 1.318,4/troy ounce, setelah menguat 0,45% pada perdagangan kemarin.




Selama sepekan harga emas di bursa COMEX dan spot telah menguat sebesar 1,7%, sedangkan sejak awal tahun rata-rata kenaikan harga keduanya sebesar 2,8%.

Pergerakan harga emas masih terus didorong oleh prediksi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang kian menahan diri atau dovish.


Setelah menggelar rapat bulanan yang berakhir kemarin (tadi malam waktu Indonesia), The Fed menahan suku bunganya pada kisaran 2,225-2,5% sesuai dengan ekspektasi.

Namun ternyata The Fed juga memangkas proyeksi kenaikan suku bunga untuk tahun 2019.

Hal tersebut terlihat dari dot plot (proyeksi arah suku bunga jangka menegah) The Fed yang berubah. Jika pada dot plot Desember 2019 proyeksi suku bunga The Fed berada di median 2,875% pada akhir 2019, pada dot plot terbaru proyeksinya turun menjadi 2,375%.

Artinya sampai akhir tahun 2019, kemungkinan besar tidak ada peningkatan suku bunga acuan.

Tak hanya itu, The Fed juga menyebutkan akan menghentikan program quantitative easing (kebijakan moneter longgar) pada September.

Dengan begini, investasi pada aset-aset yang berbasis dolar akan menjadi kurang menarik, karena nilainya yang kurang berpotensi meningkat.

Alhasil, emas kembali menjadi pelarian karena sifatnya yang sering dijadikan pelindung nilai.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(taa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading