The Fed Diprediksi 'Kalem', Harga Obligasi RI Menguat

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
18 March 2019 09:52
The Fed Diprediksi 'Kalem', Harga Obligasi RI Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah menguat seiring dengan kondisi global yang kondusif pada perdagangan Senin (18/3/2019) pagi ini. 

Pelaku pasar memprediksi nada-nada 'sabar' akan kembali terdengar dari ucapan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), Jerome Powell usai rapat bulanan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa-Rabu (19-20/3/2019). 

Pasalnya, pada bulan Februari, output industrial Amerika Serikat (AS) hanya naik sebesar 0,1%. Jauh dari konsensus pasar yang memprediksi peningkatan hingga 0,4%, mengutip Reuters. 

Saat perekonomian AS masih belum pulih benar, maka kemungkinan besar The Fed akan menahan suku bunganya. Sebuah survei yang dilakukan oleh CME, memperkirakan kemungkinan The Fed untuk menahan suku bunganya pada level yang sekarang (tidak naik) mencapai 98,7%. 


Kala suku bunga The Fed tidak berubah, maka daya tarik untuk mengoleksi aset yang berbasis dolar pun juga ikut meredup. Pelaku pasar akan cenderung melirik pasar-pasar keuangan pada negara berkembang.

Selain itu, pergerakan nilai tukar Rupiah yang menguat pada hari ini juga semakin membuat investor yakin akan kondisi pasar keuangan dalam negeri.

Data Refinitiv menunjukkan menguat-nya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menurunkan tingkat imbal hasilnya (yield). 

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder. Yield juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. 

SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. 

Keempat seri yang menjadi acuan adalah FR0063 bertenor 5 tahun, FR0064 bertenor 10 tahun, FR0065 bertenor 15 tahun, dan FR0075 bertenor 30 tahun. 

Seri acuan yang paling menguat adalah FR0068 yang bertenor 10 tahun dengan penurunan yield 7,0 basis poin (bps) menjadi 7,732%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.  

Yield Obligasi Negara Acuan 18 Mar 2019
SeriJatuh tempoYield 15 Mar 2019 (%)Yield 18 Mar 2019 (%)Selisih (basis poin)Yield wajar IBPA 15 Mar'19
FR00775 tahun7,3947,363-3,107,3148
FR007810 tahun7,8027,732-7,007,754
FR006815 tahun8,1228,083-3,908,0898
FR007920 tahun8,2388,195-4,308,1974
Sumber:Revinitif


TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading