Neraca Dagang Tokcer, Saham Bank BUMN Diburu

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
15 March 2019 13:16
Neraca Dagang Tokcer, Saham Bank BUMN Diburu
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank-bank milikĀ Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada perdagangan sesi I diborong investor. Akumualsi beli tersebut membuat harga saham empat bank BUMN naik lebih dari 1%.

Harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memimpin penguatan dengan naik 1,69%, lalu saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 1,67%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 1,29% dan PT Bank Mandiri Tbk naik 1,08%.

Investor tampaknya optimistis dengan ekonomi Indonesia setelah Fitch Ratings kembali menegaskan peringkat Indonesia berada di level BBB dengan outlook yang 'Stabil' perihal Long Term Foreign-Currency Issuer Default Rating (IDR) alias risiko gagal bayar.

Meskipun prospek pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih cukup kuat jika dibandingkan dengan negara yang sepadan, namun Fitch memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada di level 5,0%, yang mana lebih rendah dari tahun 2018 yang mencapai 5,17%.


Analis Fitch juga memperkirakan permintaan domestik tetap kuat, sedangkan ekspor kemungkinan akan tetap lemah sebagai dampak dari adanya perlambatan ekonomi global. Dalam rilisnya, Fitch juga menegaskan bahwa kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan salah satu faktor yang bisa mendorong konsumsi masyarakat.

Sementara itu, bank investasi dan jasa keuangan multinasional Morgan Stanley menyarankan investor global untuk membeli obligasi rupiah Indonesia seri 10 tahun seiring dengan fundamental makroekonomi yang dinilai akan membaik.

Morgan Stanley juga memprediksi pasar saham akan naik 14% dengan saham perbankan akan menjadi sektor paling diuntungkan dari kondisi itu, serta saham kebutuhan tambahan (discretionary) dan saham riil estat.

Untuk saham perbankan, pilihan Morgan Stanley adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pada Februari turun 11,33% year-on-year (YoY) sementara impor anjlok lebih dalam yaitu 13,98% YoY. Ini membuat neraca dagang mencatat surplus US$ 330 juta.

Pelaku pasar merespons surplus tersebut secara positif data tersebut. Sektor keuangan bangkit karena tekanan yang dialami pekan kemarin dengan menyumbang poin penguatan tertinggi. Sektor industri dasar juga kembali menguat melanjutkan reli selama tiga hari.

(hps/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading