Saran Morgan Stanley: Beli SUN Rupiah Tenor 10 Tahun!

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
15 March 2019 11:33
Saran Morgan Stanley: Beli SUN Rupiah Tenor 10 Tahun! Foto: Morgan Stanley (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank investasi dan jasa keuangan multinasional Morgan Stanley menyarankan investor global untuk membeli obligasi rupiah Indonesia seri 10 tahun seiring dengan fundamental makroekonomi yang dinilai akan membaik. 

Dalam risetnya pekan ini (13/3/19), Min Dai, Strategist Morgan Stanley, menyarankan pembelian surat utang negara (SUN) tersebut tanpa disertai lindung nilai valas (FX hedging) dengan adanya potensi kenaikan harga dan penurunan yield sebesar 40 basis poin (bps). 

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder. Besaran 100 bps setara 1%. 


Yield juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. 

Saran Morgan Stanley: Beli SUN Rupiah Tenor 10 Tahun!Foto: Morgan Stanley (REUTERS/Mike Segar)


SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. 

Seri FR0064 bertenor 10 tahun menjadi satu dari empat seri yang menjadi acuan pasar, bersama dengan seri FR0063 bertenor 5 tahun, FR0065 bertenor 15 tahun, dan FR0075 bertenor 30 tahun. Seri acuan ditentukan setiap tahunnya. 

Obligasi rupiah Indonesia yang memiliki kode INDOGB, tutur Min Dai dan Morgan Stanley, menawarkan return bunga investasi riil (real rates) tertinggi di antara pasar surat utang negara berkembang sehingga "Menawarkan tenaga penahan (buffer) terhadap guncangan dari luar negeri," ujarnya dalam riset tersebut. 

Rekomendasi tersebut diiringi prediksi makroekonomi Indonesia yang dinilai akan membaik, khususnya setelah kuartal III-2019 dan bank sentral diprediksi akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga. 

Perbaikan makroekonomi diprediksi akan diperlihatkan inflasi yang rendah, selisih real rates yang tinggi, dan neraca berjalan yang lebih baik. 

Rekomendasi pembelian SUN oleh Morgan Stanley tampaknya dapat memperpanjang tren bullish di pasar obligasi setidaknya sejak akhir Oktober 2018 hingga saat ini.  
Seri acuan 10 tahun menunjukkan penguatan harga sebesar 529 bps menjadi 87,9% dari posisi 82,61% 16 Oktober. Secara bersamaan, yield seri tersebut sudah turun 101,7 bps menjadi 7,83%. 

Selain memprediksi adanya kenaikan harga SUN, Morgan Stanley juga memprediksi pasar saham akan naik 14% dengan saham perbankan akan menjadi sektor paling diuntungkan dari kondisi itu, serta saham kebutuhan tambahan (discretionary) dan saham riil estat. 

Untuk saham perbankan, pilihan Morgan Stanley adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), segmen discretionary pada saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan segmen riil estat PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).     


TIM RISET CNBC INDONESIA



(irv/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading