Kantongi Rp 533 M, Saham Sandiaga di Saratoga Tersisa 22%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
06 March 2019 15:23
Kantongi Rp 533 M, Saham Sandiaga di Saratoga Tersisa 22%
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepemilikan saham Sandiaga Salahuddin Uno, pengusaha dan calon wakil presiden nomor urut 02, di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) tersisa tinggal 22,62%, setelah melepas menjual sebanyak 140 juta dan mengantongi sekitar Rp 533 miliar.

Mengacu laporan kepemilikan saham SRTG per 28 Februari 2019 di Bursa Efek Indonesia (BEI), komposisi pemegang saham terbesar Saratoga masih dicatatkan tiga pihak yakni PT Unitras Pertama sebanyak 859,50 juta atau 31,68%, Edwin Soeryadjaya 842,22 juta saham atau 31,04%, dan Sandiaga Salahuddin Uno 613,77 juta saham atau 22,62%.

Kepemilikan ini berkurang dari September 2018 yakni Unitras memiliki 885 juta saham (32,62%), Edwin 842,22 juta (31,04%), dan Sandiaga 754,12 juta (27,79%). Artinya kepemilikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berkurang 140,35 juta saham.


Dengan asumsi harga saham SRTG yang bergerak antara Rp 3.600-Rp 3.800/saham pada akhir tahun lalu, maka penjualan saham SRTG yang dilakukan Sandiaga diestimasi sekitar Rp 533,33 miliar.


Pada Desember 2018, 
Sandiaga mengakui bahwa penjualan saham Saratoga dilakukan untuk membiayai kampanye Pemilu dan Pilpres 2019. Pendanaan oleh pribadinya, diakui Sandi karena belum ada donasi yang cukup untuk membiayai kebutuhan kampanye.


"Seperti saya sudah ungkapan. Bahwa saya dengan Pak Prabowo untuk memastikan giat kampanye tetap bergulir. Karena sampai kini belum ada donasi, dan saya sampaikan siap untuk terus all out. Makanya saya jual kembali saham, untuk membiayai progres kampanye ini," tegas Sandiaga seperti dikutip dari detikcom, Rabu (5/12/2018).

Sandiaga digaet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai pasangannya untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 pada Pilpres yang akan digelar pada 17 April mendatang.

Saragoga adalah perusahaan investasi yang dibangun Sandiaga bersama Edwin Soeryadjaya. Pada Juni 2013, Saratoga memasuki pasar modal Indonesia, berhasil mencatatkan diri di BEI. Beberapa investasinya yakni di saham 
Adaro Energy, Agra Energi Indonesia (migas), Agro Maju Jaya (sawit), RS Awal Bross, Merdeka Copper Gold, Tower Bersama Group, Provident Agro dan Nusa Raya Cipta.
(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading