Damai Dagang Selangkah Lebih Dekat, Bursa Saham Asia Menguat

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
04 March 2019 18:14
Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditutup menguat pada perdagangan pertama di pekan ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditutup menguat pada perdagangan pertama di pekan ini: indeks Nikkei naik 1,02%, indeks Shanghai naik 1,12%, indeks Hang Seng naik 0,51%, dan indeks Straits Times naik 0,95%. Sementara itu, indeks Kospi melemah 0,22%.

Bursa saham regional berhasil menghijau seiring dengan damai dagang AS-China yang kian dekat. Wall Street Journal (WSJ) melaporkan pada hari Minggu (3/3/2019) bahwa kedua negara hampir merampungkan kesepakatan dagang besar yang akan membuat kedua belah pihak menurunkan beberapa bea masuk yang telah dikenakan satu sama lain dalam perang dagang.

Dalam laporannya, WSJ mengatakan bahwa perundingan dagang yang digelar bulan lalu di Washington telah membantu AS dan China mempersempit perbedaan di antara mereka yang berarti perjanjian formal akan siap untuk ditandatangani ketika Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu pada bulan ini.


Masih melansir laporan WSJ, China dikabarkan telah secara tentatif setuju untuk menurunkan bea masuk atau melonggarkan hambatan-hambatan bagi produk-produk impor asal AS seperti pertanian, kimia, dan otomotif.

Para negosiator dari China juga telah menawarkan untuk mempercepat penghapusan batas kepemilikan asing di bidang usaha mobil dan menurunkan bea masuk kendaraan menjadi hingga di bawah 15%.

Sebagai timbal baik dari etikat baik tersebut, pihak AS akan menghapuskan sebagian besar sanksi dagang yang dikenakannya kepada China tahun lalu.

Di sisi lain, indeks Kospi dipaksa berakhir melemah seiring dengan rilis data ekonomi Korea Selatan yang kurang menggembirakan. Pada pagi hari ini, Manufacturing PMI periode Februari 2019 diumumkan di level 47,2, lebih rendah dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang sebesar 48,3, seperti dilansir dari Trading Economics.

Sebagai informasi, angka di bawah 50 menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur mengalami kontraksi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA
Artikel Selanjutnya

WTO Panaskan AS-China, Bursa Asia Kompat Menguat


(ank/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading