Soal AirAsia, Bos Garuda: Kami Tunggu Proposal Dulu

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
28 February 2019 18:09
GIAA sangat membuka diri dan menunggu proposal kerja sama dari PT AirAsia Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sangat membuka diri dan menunggu proposal kerja sama dari PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), induk maskapai Indonesia AirAsia, untuk bermitra, termasuk kerja sama operasi (KSO) seperti yang dilakukan dengan Sriwijaya Air.

"Tanya AirAsia deh. Kalau kami sebenarnya terbuka untuk kerja sama dengan AirAsia. Kami belum tahu [bagaimana], kalau mereka mau [kerja sama] pun kami tunggu proposal dulu," kata Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Pria yang akrab disapa Ari Ashkara ini mengatakan pihak AirAsia tampaknya masih memiliki pertimbangan lain terkait dengan terbukanya peluang kerja sama tersebut.


"Saat ini AirAsia-nya mungkin punya pertimbangan lain, dan mereka [saat ini] fokus untuk negara lain, jadi sampai saat ini mereka belum menghubungi kami," kata mantan Dirut Pelindo III ini.


Menurut Ari Garuda Indonesia sangat membuka kesempatan adanya KSO sebagaimana dilakukan dengan Sriwijaya Air. Garuda melalui anak usahanya, PT Citilink Indonesia, mengambilalih pengelolaan operasional Sriwijaya Air Group yang terdiri dari maskapai Sriwijaya Air dan NAM Air. KSO tersebut direalisasikan pada 9 November 2018.

Lewat KSO ini, seluruh operasional Sriwijaya Group termasuk keuangan berada di bawah pengelolaan Garuda. Ari mengatakan penghematan itu dilakukan melalui layanan anak usaha Garuda seperti bisnis catering dan fasilitas perawatan pesawat.

Garuda bahkan berkomitmen akan menekan struktur biaya di Sriwijaya Air dengan target penghematan sebesar Rp 750 miliar dalam kerja sama operasi. "Fokus ke struktur cost yang lebih murah, centralize organization, cukup menekan biaya di Sriwijaya. Kami targetkan ada saving cost dari Sriwijaya bisa Rp 750 miliar," kata Ari, Selasa (15/1/2019).

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu, Ari mengatakan kerja sama dengan Sriwijaya karena dalam posisi maskapai yang didirikan oleh keluarga Chandra Lie itu kesulitan keuangan dan memiliki utang kepada Garuda Indonesia.

Ari juga belum mengetahui rute mana saja yang potensial digarap KSO jika nanti terbuka peluang kerja sama. "Belum tahu [rute mana]. Mereka [AirAsia] kan sekarang hanya terbang ke Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Bandung di mana rute-rute tersebut kami juga sudah cukup banyak [terbangi lewat] Garuda, Citilink, Sriwijaya, Nam Air."

Simak ulasan target kinerja kargo Garuda Indonesia.
[Gambas:Video CNBC]


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading