Mau Setara Malaysia, RI Lobi India Turunkan Tarif Produk CPO

Market - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
25 February 2019 11:05
Mau Setara Malaysia, RI Lobi India Turunkan Tarif Produk CPO
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menghadiri The 4th India-ASEAN Expo and Summit di New Delhi, India, Kamis (21/2/2019) hingga Sabtu (23/2/2019).

Di sela-sela pertemuan, Enggar menemui sekaligus melobi Menteri Perdagangan, Perindustrian,dan Penerbangan Sipil India, Suresh Prabhu agar India mau menurunkan bea masuk (BM) produk olahan kelapa sawit (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil/ RBDPO) asal RI.

Saat ini, tarif BM India untuk produk RBDPO asal Indonesia tercatat 5 persen lebih tinggi dari BM produk serupa asal Malaysia.


"Kami meminta agar tarif bea masuk RBDPO Indonesia ke India diturunkan 5 persen melalui skema ASEAN-India Free Trade Agreement agar sama besarannya seperti yang berlaku untuk Malaysia yaitu 45 persen. Sebagai imbalannya, Indonesia bersedia membuka akses pasar untuk gula mentah dari India yang dibutuhkan oleh industri nasional," kata Mendag, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (25/2/2019).
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Enggar menjelaskan, India memiliki kualitas gula mentah (raw sugar) yang baik dan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber impor untuk pasokan produk gula mentah yang selama ini berasal dari Thailand dan Australia.

Dia mengatakan, Menteri Suresh menyambut positif rencana kerja sama tersebut.

"Respons sangat positif, dan beliau menginstruksikan pejabat teknis terkait untuk segera mengambil langkah memenuhi permintaan tersebut," ujar Enggar.

Foto: Kelapa sawit (REUTERS/Lai Seng Sin)


Menurut Enggar, minyak kelapa sawit bagi Indonesia memiliki nilai penting seperti gula bagi India. Ini karena industri tersebut mempekerjakan jutaan orang. Selain itu, komoditas itu bukan hanya sebuah produk, namun memiliki nilai yang merepresentasikan orang dan budaya kedua bangsa.

Dia menegaskan, sektor pemrosesan kelapa sawit secara langsung dan tidak langsung menciptakan lapangan kerja di India dan di dunia. Penyerapan tenaga kerja di sektor ini, khususnya produk minyak nabati dan produk margarin, mencapai angka 8,8 juta orang di India.

Selain itu, di Indonesia, industri tersebut menggunakan peralatan seperti ketel (boiler) dan pembangkit listrik ukuran kecil dan medium yang diproduksi di India.

"Hambatan tarif maupun non-tarif pada perdagangan di antara kedua negara akan sangat mempengaruhi harga dasar penjualan yang pada akhirnya juga akan membebani industri di India," tegas Enggar.
Simak video penjelasan Mendag Enggartiasto Lukita soal ekspor di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading