Bos BCA Buka Peluang Turunkan Bunga KPR, Asal...

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
22 February 2019 13:55
Bos BCA Buka Peluang Turunkan Bunga KPR, Asal...
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Central Asia (BBCA) membuka peluang untuk menurunkan bunga, termasuk bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan satu catatan.

Berbicara dalam pameran BCA Expoversary 2019, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menegaskan tak ragu menurunkan bunga meskipun dengan satu catatan.

"Kalau Amerika [Serikat] sudah mulai menurunkan bunga, kita siap-siap untuk turun," kata Jahja saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Jumat (22/2/2019).


Jahja menjelaskan, penyesuaian tingkat bunga di negeri Paman Sam akan menjadi perhatian Bank Indonesia (BI), dalam menentukan arah kebijakan suku bunganya ke depan.


Pengetatan likuiditas
 global karena kenaikan Fed Fund Rate sejak tahun lalu memang membuat sejumlah otoritas moneter di sejumlah negara menaikkan bunga acuannya untuk menjaga minat investor.

Tak terkecuali bagi BI, yang sejak tahun lalu telah mengerek bunga acuan dari sebelumnya 4,25% menjadi 6%. Kenaikan bunga acuan, pun direspons perbankan dengan menaikkan bunga.

Namun, Jahja sama sekali tak menutup kemungkinan penurunan bunga bank, termasuk bunga KPR apabila bank sentral memberikan signal akan menurunkan bunga acuan.

"Sekarang mereka [The Fed] tadinya mau naik, sekarang jadi flat, tidak jadi naik. Nah kalau tidak jadi naik, gak turun, berarti kita gak bisa turun," kata dia.

"Tapi kalau nanti mereka turun, dan BI memberikan signal [menurunkan bunga acuan], kita ikut [menurunkan]," tegas Jahja.

Bank Indonesia (BI) untuk kali pertama sejak akhir Januari tak memunculkan lagi pernyataan "hawkish" yang kerap dikemukakan setiap kali ditanya mengenai stance bank sentral di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Saat ditanya mengenai stance-nya dalam konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa kebijakan suku bunga bank sentral diarahkan pada stabilitas eksternal.

"Sekali lagi, kalau terkait dengan kebijakan suku bunga, kami arahkan ke stabilitas eksternal. Sementara untuk likuiditas kita kendorkan," tegas Perry di gedung BI Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Kepala Ekonom BCA David Sumual memandang, saat ini stance yang ditempuh bank sentral cenderung normal, dengan tetap memperhatikan kondisi perekonomian global.
Saksikan video dampak kenaikan bunga acuan BI bagi perbankan di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading