Inflasi Terlemah Sejak Oktober 2017, Yen Keok Lawan Dolar AS

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
22 February 2019 11:17
Inflasi Terlemah Sejak Oktober 2017, Yen Keok Lawan Dolar AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang Jepang yakni yen loyo jika disandingkan dengan dolar AS pada perdagangan hari ini. Melansir kuotasi pasar spot dari MetaTrader 4 yang merupakan penyedia platform transaksi forex terkemuka dunia, yen kini diperdagangkan di level 110,737/dolar AS, lebih lemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin (19/2/2019) di level 110,652/dolar AS.

Inflasi Terlemah Sejak Oktober 2017, Yen Keok Lawan Dolar ASFoto: USDJPY M30, Sumber: MetaTrader 4

Lemahnya angka inflasi Jepang membuat yen dilepas investor. Pada pagi hari ini, tingkat inflasi periode Januari 2019 diumumkan di level 0,2% YoY, turun dari capaian bulan sebelumnya yang sebesar 0,3% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics. Tingkat inflasi bulan Januari merupakan yang terlemah sejak Oktober 2017.

Rilis data inflasi tersebut lantas melengkapi rangkaian rilis data ekonomi yang mengecewakan di Jepang. Kemarin (21/2/2019), pembacaan awal untuk data Nikkei Manufacturing PMI periode Februari diumumkan di level 48,5, lebih rendah dibandingkan konsensus yang sebesar 50,4, seperti dilansir dari Trading Economics.


Sebelumnya pada hari Rabu (20/2/2019), ekspor periode Januari 2019 diumumkan anjlok hingga 8,4% YoY, jauh lebih dalam dibandingkan konsensus yang memperkirakan penurunan sebesar 5,5% saja, seperti dilansir dari Trading Economics. Sementara itu, impor hanya melemah tipis 0,6% YoY, lebih baik dari ekspektasi yang memperkirakan kontraksi sebesar 2,8% YoY.

Alhasil, defisit neraca dagang Jepang bulan lalu tercatat senilai JPY 1,415 triliun, di mana ini merupakan defisit terdalam sejak Maret 2014 yang senilai JPY 1,45 triliun.

Di sisi lain, sejatinya rilis data ekonomi AS juga tak menggembirakan. Kemarin, pertumbuhan pemesanan barang tahan lama inti periode Januari 2019 diumumkan sebesar 0,1% MoM, lebih rendah dibandingkan konsensus yang sebesar 0,3% MoM, seperti dilansir dari Forex Factory.

Kemudian, pembacaan awal untuk data Manufacturing PMI periode Februari 2019 versi Markit diumumkan di level 53,7, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 54,9.

Namun, The Federal Reserve yang ternyata masih menyimpan asa untuk menaikkan suku bunga acuan membuat dolar AS relatif lebih menarik bagi investor ketimbang yen. Hal ini terungkap pasca bank sentral AS tersebut merilis risalah dari pertemuan edisi Januari 2019.

"Banyak peserta rapat berpandangan bahwa menahan suku bunga acuan di tingkat yang sekarang untuk beberapa waktu bisa menimbulkan risiko. Oleh karena itu, jika ketidakpastian berkurang maka The Fed perlu meninjau kembali stance sabarnya," sebut risalah rapat The Fed.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading