Damai Dagang Diprediksi Tak Mampu Topang Pasar SUN

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
22 February 2019 09:10
Damai Dagang Diprediksi Tak Mampu Topang Pasar SUN
Jakarta, CNBC Indonesia - Data makroekonomi Amerika Serikat (AS) yang semakin menunjukkan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi diprediksi akan berlanjut membebani pasar obligasi pemerintah domestik hingga jangka pendek. 

"Tekanan pasar global naik sejalan dengan beberapa data ekonomi AS seperti pemesanan barang pada Desember 2018 dan data PMI manufaktur pada Februari 2019," ujar Ariawan, Head of Fixed Income Research PT BNI Sekuritas, dalam risetnya pagi ini (22/2/19).  

Data lain, lanjutnya, adalah data penjualan rupiah Januari yang lebih rendah daripada bulan sebelumnya.  


Ariawan mengatakan beberapa data tersebut dikhawatirkan pelaku pasar global menjadi pemicu perlambatan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Trump sehingga membuat investor global memasang mode risk-off. 

Mode investasi tersebut berarti menghindari aset-aset yang dianggap lebih berisiko seperti efek-efek di negara berkembang seperti surat utang negara (SUN) rupiah domestik Indonesia. 

Karena itu, diprediksi harga SUN akan terkoreksi dalam jangka pendek sehingga mengangkat tingkat imbal hasilnya (yield) di pasar sekunder.  

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder. 

Yield juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. 

SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum.  

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar obligasi diprediksi akan menunggu dan pasif (stand in the sidelines) menjelang lelang rutin pada Selasa pekan depan.
 

Selain itu, perkembangan positif damai dagang tampaknya tidak terlalu berpengaruh pada kondisi pasar obligasi domestik saat ini.

Meskipun diwarnai pekatnya sentimen negatif, di sisi sentimen positif masih ada harapan pada SUN untuk jangka menengah. 

Langkah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan dianggap sebagai hal yang positif untuk pasar obligasi pemerintah dan tetap membuat pasar obligasi domestik menarik, membuka peluang masuknya arus asing masuk, dan memperpanjang tren penurunan yield dalam jangka menengah.  

Karena potensi jangka pendek yang lebih berpotensi koreksi, maka tenor pendek dan menengah seperti FR0069, FR0053, FR0035, FR0070, FR0077, dan FR0078 dinilai Ariawan dapat menjadi pilihan atraktif dalam jangka pendek.   

TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading