Mungkinkah RI Lepas Dari Jeratan Impor Beras?

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
17 February 2019 17:28
Mungkinkah RI Lepas Dari Jeratan Impor Beras?
Jakarta, CNBC Indonesia - Impor bahan pangan memang selalu menjadi momok yang tak terelakkan setiap tahunnya.

Salah satu bahan pangan yang menjadi isu penting di tanah air adalah beras. Pasalnya, beras merupakan bahan makanan pokok hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Namun sayangnya, meskipun Indonesia memiliki lahan subur yang begitu luas, setiap tahun masih saja melakukan impor beras.


Thailand merupakan negara utama asal beras impor yang masuk ke Indonesia. Berdasarkan data perdagangan yang dirilis oleh UN Comtrade (Lembaga PBB), pada tahun 2017, Indonesia mengimpor 108,9 ribu ton beras dari Thailand.

Artinya, hampir 40% beras yang diimpor tahun 2017 berasal dari Thailand.



Luas lahan pertanian yang relatif minim di Indonesia menjadi salah satu penyebabnya.

Berdasarkan data Kadin, luas lahan pertanian di Indonesia hanya mencapai 7,75 juta hektar dengan populasi 240 juta orang. Angka tersebut hanya 1/4 dari luas lahan yang dimiliki Thailand yang mencapai 31,84 juta hektar dengan populasi 61 juta orang, seperti yang dikutip dari detikfinance.

Artinya luas lahan pertanian per kapita Indonesia hanya 0,03 hektar. Angka tersebut sangat jauh bila dibandingkan dengan Thailand yang mencapai 0,52 hektar.

Maka tak heran bila setiap tahun masih Indonesia masih belum bisa mewujudkan swasembada beras.

Bahkan setidaknya sejak tahun 1989, yaitu sejak masa kepemimpinan presiden Soeharto, Indonesia selalu melakukan impor beras.

Tertinggi adalah pada tahun 1998, dimana beras yang masuk ke Indonesia mencapai 2,75 juta ton. Memang pada masa itu negeri kita masih terdampak dari krisis finansial dunia.

Bila melihat rekaman data yang ada, maka agaknya permasalahan impor beras terlampau sulit untuk dipecahkan.

Hingga saat ini, belum ada pemerintahan yang mampu 100% mewujudkan swasembada beras, siapapun pucuk pimpinannya.

Apakah akan ada janji stop impor beras lagi pada kampanye pemilihan presiden kali ini?



TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading