Bursa Bergejolak, Hasil Investasi Taspen di 2018 Tumbuh 1,25%

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
14 February 2019 19:31
Bursa Bergejolak, Hasil Investasi Taspen di 2018 Tumbuh 1,25%
Jakarta, CNBC Indonesia - Pencapaian hasil investasi PT Taspen (Persero) tumbuh tipis tahun 2018 sebesar 1,25%. Tercatat selama 2018 PT Taspen membukukan hasil investasi sebesar Rp7,65 triliun dari sebelumnya di tahun 2017 hasil investasi tercatat sebesar Rp7,55 triliun.

Direktur Keuangan PT Taspen Helmi Imam Satriyono menjelaskan, kinerja hasil investasi perseroan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang bergejolak di 2018. Indeks IBPA dan IHSG mengalami penurunan masing-masing sebesar 10% dan 2,28%. Asing mencatatkan net sell pada pasar saham sebesar Rp50,75 triliun, meskipun, net capital foreign inflow di pasar obligasi sebesar Rp31,9 triliun.

"Tentunya ini mempengaruhi valuasi aset-aset kita karena Taspen hampir 45% pendapatannya berasal dari hasil investasi," kata Helmi dalam konferensi pers, Kamis (14/2/2019).


Helmi menambahkan, total aset investasi Taspen di 2018 sebesar Rp216,76 triliun ini terdiri dari aset investasi korporasi dan aset investasi pensiun. Aset investasi korporasi tahun 2018 sebesar Rp90,86 triliun dan aset investasi pensiun tahun 2018 sebesar Rp125,90 triliun.


"Hasil investasi korporasi ini langsung berpengaruh kepada laba rugi. Sementara untuk investasi pensiun akan menambah aset tapi tidak langsung ke laba rugi. Kita dapat fee dari pengelolaan aset pensiun sebesar 6,7%," tutur Helmi.

Dari aset investasi korporasi dari THT, JKK dan JKM, lanjut Helmi, pertumbuhannya naik 6,85% dari Rp85,03 triliun di 2017 menjadi Rp90,86 triliun tahun ini. Sementara,aset investasi pensiun naik 1,56% dari Rp123,97 triliun di 2017 menjadi Rp125,90 triliun di tahun 2018.

Lebih rinci lagi, aset investasi korporasi pada obligasi, sukuk, MTN dan KIK EBA tahun 2018 sebesar Rp59,51 triliun dari tahun sebelumnya Rp53,02 triliun. Untuk aset investasi di saham, reksadana dan lainnya sebesar Rp20,16 triliun di 2018 dari Rp 11,41 triliun di 2017. Sementara, di deposito tahun 2018 mengalami penurunan menjadi Rp11,19 triliun dari 2017 Rp20,60 triliun.

Di investasi pensiun, untuk obligasi, sukuk, MTN dan KIK EBA tahun 2018 sebesar Rp97,85 triliun dari Rp95,06 triliun di 2017. Sementara, pada investasi saham dan reksadana sebesar Rp12,62 triliun di 2018 dan Rp6,08 triliun di 2017. Deposito juga mengalami penurunan dari Rp22,83 triliun di 2017 menjadi Rp15,43 triliun di tahun 2018.

"dapat kita sampaikan fix income masih dominan," ujar Helmi.

Direktur Investasi PT Taspen Antonius Kosasih menambahkan, penurunan kinerja IHSG sampai September tahun lalu mempengaruhi seluruh saham yang ada di dalam protfolio. "Sehingga kinerjanya terpengaruh." katanya.



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading