Optimisme Damai Dagang, Harga SUN Diprediksi Menguat

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
14 February 2019 09:24
Optimisme Damai Dagang, Harga SUN Diprediksi Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga surat utang negara (SUN) diprediksi akan menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (14/2/2019), melanjutkan penguatan yang terjadi di tengah sentimen positif global.

"Optimisme global terhadap hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan membuka peluang untuk menunda deadline dari rencana awal pada awal 1 Maret, sehingga AS dan China dapat mencapai kesepakatan," ujar Ariawan, Head of Fixed Income Research PT BNI Sekuritas dalam risetnya pagi ini (14/2/19).

Sentimen positif lain, tutur Ariawan, adalah kesepakatan pada pendanaan perbatasan Meksiko yang meskipun masih tentatif tetapi dapat mencegah berlanjutnya pembekuan pemerintahan (shutdown) di Negeri Paman Sam.


Dia menambahkan laju inflasi AS yang tercatat 1,6% dan lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya, dapat membuat pemerintah AS masih akan kalem (dovish) terhadap kebijakan moneternya.


Beberapa sentimen positif tersebut, lanjutnya, direspons positif oleh pelaku pasar yang dapat dilihat dari penguatan pasar saham AS dan Eropa semalam. Sentimen ini juga dapat juga menjadi katalis positif bagi pasar obligasi Indonesia untuk melanjutkan penurunan tingkat imbal hasil (yield) dan menaikkan harga obligasi.

Menurut dia, return SUN domestik semakin atraktif dan membuat selisih (spread) yield antara obligasi pemerintah seri 10 tahun dan US Treasury bertenor sama mencapai 5,18%, lebih tinggi dari spread yield pada 2018 sebesar 4,5%, sehingga menumbuhkan kemungkinan terhadap arus masuk dana asing.

Di tengah potensi penguatan harga SUN itu, Ariawan menilai beberapa seri seperti FR0077, FR0056, FR0078, FR0058, FR0074, FR0068, dan FR0079 dapat menjadi pilihan atraktif bagi investor.


Head of Research-Investment
PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai pasar SUN hari ini juga dapat bergerak positif.

"Selanjutnya para pelaku pasar akan menanti beberapa data ekonomi, seperti ekspor dan impor, serta neraca perdagangan China yang kami estimasi menurun dibandingkan sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan data yang sama namun untuk Indonesia pada esok hari nya."

Nico mengatakan faktor tersebut akan menjadi penentuan pada hari Jumat nanti untuk melihat arah pasar obligasi selanjutnya. Untuk investor, dia dan tim merekomendasikan beli hari ini dengan volume kecil hingga menengah.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Simak ulasan pasar obligasi jelang Pilpres 2019.

[Gambas:Video CNBC]

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading