9 Tahun 'Puasa', BUMI Niatkan Bagikan Dividen 2023

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 February 2019 18:07
Pemegang saham BUMI tampaknya bisa semringah sedikit karena manajemen perseroan tengah mengkaji pembagian dividen.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tampaknya bisa semringah sedikit karena manajemen perseroan tengah mengkaji pembagian dividen, tapi setelah melakukan pembayaran 80% dari utang-utang perusahaan saat ini.

Itu artinya, untuk tahun ini, pemegang saham BUMI masih puasa dividen atas laba bersih pada 2018 atau sudah 9 tahun tanpa pembagian dividen. Rencananya pembagian dividen kemungkinan baru bisa dilakukan pada 2023 setelah mendapatkan izin dari para kreditur.

Direktur Utama Bumi Resources Ari Saptari Hudaya mengatakan hingga saat ini pihaknya belum bisa membagikan dividen untuk para pemegang saham, sebab masih terikat dengan perjanjian pembayaran utang.


Pembicaraan dengan kreditur mengenai rencana pembayaran utang ini baru bisa dilakukan pada tahun kedua atau ketiga utang dibayarkan.

"Belum bisa bagi dividen sampai 80% utangnya lunas kecuali refinancing, baru bisa bicara untuk bagi dividen, 2023 kemungkinan. Itupun kalau rutin dibayarkan US$ 200-US$ 300 juta tiap tahun," kata Saptari di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Perusahaan memiliki utang senilai US$ 1,6 miliar yang terbagi dalam tiga bagian, yakni Tranche A dan B masing-masing senilai US$ 600 juta. Fasilitas Tranche C sebesar US$ 406,9 juta.

Hingga Januari lalu, perusahaan telah melakukan pembayaran utang mencapai US$ 219,54 juta untuk Tranche A yang ditargetkan lunas di tahun ini.

Tahun 2009 menjadi tahun terakhir emiten tambang batu bara itu membagikan dividen. Saat itu, perusahaan yang masuk Grup Bakrie ini menebar dividen Rp 50,6 per saham dengan dividen pay out ratio 15% dari laba bersih tahun 2008, US$ 645,36 juta.

Per September 2018, pendapatan BUMI melesat menjadi US$ 824,86 juta dari September 2017 sebesar US$ 17,37 juta, dengan laba bersih turun menjadi US$ 205,30 juta dari US$ 263,83 juta.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading