Pertumbuhan PDB 2018: Jauh dari Target APBN & Janji Jokowi

Market - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
06 February 2019 11:53
Pertumbuhan PDB 2018: Jauh dari Target APBN & Janji Jokowi
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018. Hasilnya, ekonomi 'hanya' tumbuh 5,17% di 2018.

Selama era Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat rata-rata pertumbuhan ekonomi hanya 5,04% per tahun.

Berikut data pertumbuhan ekonomi era Presiden Joko Widodo :
  • 2015 : 4,88%
  • 2016 : 5,03%
  • 2017 : 5,07%
  • 2018 : 5,17%
Pertumbuhan PDB 2018: Jauh dari Target APBN & Janji JokowiFoto: infografis/infografis Pertumbuhan Ekonomi RI Era Jokowi/Aristya Rahadian Krisabella



Di awal janjinya, Jokowi dan JK kala itu menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7%. Sayangnya, realita tak mampu menggapai angan dan cita-cita.

Tak hanya itu, Jokowi juga tak mampu mengejar pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan dalam APBN 2018.

Dalam UU APBN 2018, asumsi makro pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,4%.

Berikut data pertumbuhan ekonomi 2018 berdasarkan pengeluaran :
  • Konsumsi Rumah Tangga : 5,05%
  • Konsumsi LNPRT : 9,08%
  • Konsumsi Pemeirntah : 4,80%
  • PMTB (Investasi) : 6,67%
  • Ekspor Barang dan Jasa : 6,48%
  • Impor Barang dan Jasa (Mengurangi) : 12,04%.

Jokowi dalam Nota Keuangan 2018, menargetkan pertumbuhan ekonomi 2018 5,4%. "Ini adalah pertumbuhan ekonomi yang optimis ini didukung melalui konsumsi masyarakat yang terjaga, peningkatan investasi, dan perbaikan kinerja ekspor dan impor," kata Jokowi ketika itu.

"Pada 2018, pembangunan ekonomi akan diarahkan untuk menumbuhkan ekonomi kawasan Maluku, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara melalui peningkatan keterkaitannya dengan Pulau jawa dan Sumatera yang selama ini menajdi penyumbang terbesar dalam perekonomian nasional."

Peningkatan pembangunan infrastruktur, baik konektivitas maupun ketersediaan energi jadi kunci pemerataan ekonomi. Pengembangan daerah perbatasan juga jadi prioritas pemerintah, agar menjadi pintu gerbang transaksi perdagangan internasional. Pemberdayaan daerah perbatasan ini diharapakan mampu mengembangkan perekonomiannya sendiri sekaligus perekonomian nasional.

Asumsi dasar ekonomi makro yang ditetapkan tersebut didasarkan pada kondisi perekonomian terkini serta memperhatikan proyeksi perekonomian mendatang, sehingga diharapkan akan lebih mencerminkan kondisi di tahun 2018," kata Presiden.





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading