Tahun Ini, BNI Incar Akuisisi Bank & Asuransi Kerugian

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
23 January 2019 17:22
Meski sudah memiliki perusahaan asuransi dan bank syariah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) masih membuka peluang mengakuisisi bank dan asuransi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Meski sudah memiliki perusahaan asuransi dan bank syariah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) masih membuka peluang mengakuisisi bank dan asuransi kerugian dengan menyiapkan dana sekitar Rp 3-4 triliun.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan tahun 2019 ini dicanangkan pertumbuhan anorganik dengan melakukan akuisisi.

"Sebagaian besar mungkin kami juga akan melakukan akuisisi, ada beberapa perusahaan yang jadi target baik di perbankan maupun di insurance untuk melengkapi kami sebagai visi lembaga keuangan yang profitable nantinya," katanya dalam konferensi pers Kinerja Full Year 2018, di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Hanya saja Herry belum membeberkan kriteria perbankan yang diincar dan detail perusahaan asuransi kerugian yang dibidik. Dia hanya menegaskan semua kemungkinan akuisisi tetap terbuka untuk melengkapi bisnis BNI, terutama untuk mengakomodasi dengan tren yang ada saat ini yakni digital banking.

"Visi misi kami sebagai lembaga keuangan, yang belum kami ada itu insurance-nya kerugian. [asuransi] life kami sudah punya. Bank ada enggak ya? Bisa ada, karen kami mau mengembangkan, memudahkan digital banking," katanya.

Herry menjelakan sumber dana akuisisi nantinya terbuka dari kas internal, disokong modal ventura (venture capital), atau pendanaan eksternal. Terkait dengan bank syariah, Herry menegaskan peluang tetap terbuka.


"Hampir 100% anak usaha masih milik kami, syariah kami masih 100%, kami masih bisa akuisisi syariah lagi, atau multifinance kecil masih bisa kami besarkan, potensinya masih ada. Kami sedang pelajari."

Saat ini, BNI group sudah memiliki lima perusahaan anak yakni BNI Syariah, BNI Life, BNI Multifinance, BNI Sekuritas dan BNI Asset Management. Kelima perusahaan ini pada 2018 mampu memberikan kontribusi 9,24% terhadap total laba BNI konsolidasian.

Sayangnya, satu anak usaha BNI yakni PT BNI Life Insurance tidak memberikan performa sesuai dengan ekspektasi.
 
Herry mengatakan kinerja BNI Life yang di bawah harapan perseroan karena tertekan performa operasional dan hasil investasi tahun 2018 yang kurang positif di pasar modal.

Tahun lalu, kredit naik 16,2% year on year dari Rp 441,31 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 512,78 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut mampu menopang peningkatan laba bersih BNI 10,3% yoy, dari Rp 13,62 triliun menjadi Rp 15,02 triliun pada akhir 2018.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading